Sabtu, 24 September 2016

Dewan Pembina Demokrat: Repot kalau Pilih Cagub yang Mendadak Muncul dan Hanya Berteori

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menilai, partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin bangsa yang profesional.

Dewan Pembina Demokrat: Repot kalau Pilih Cagub yang Mendadak Muncul dan Hanya Berteori


Menurut Hayono, calon pemimpin, termasuk yang menjadi kepala daerah DKI Jakarta tak bisa disiapkan secara mendadak.

"Kalau begitu nanti repot. Demokrasi kita bisa demokrasi dadakan. Itu tidak boleh terjadi," kata Hayono di Posko Muda Mudi Ahok, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Hayono mengatakan, dari ketiga calon kepala daerah yang diusung saat ini, hanya pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat yang matang persiapan memimpin Jakarta.

"Saya melihat dari ketiga calon ini yang tidak dadakan hanya Ahok-Djarot. Sehingga dengan demikian pilihan saya jatuh kepada kedua orang ini," kata Hayono.

Menurut Hayono, masyarakat membutuhkan pemimpin yang siap bekerja mengatasi kompleksnya permasalahan di Jakarta.

"Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja. Bukan gubernur yang baru dalam konsep dan teori," tambah mantan Menpora itu.
Terkait dengan diusungnya Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni oleh Partai Demokrat, Hayono merasa kedua nama tersebut baru belakangan ia ketahui.

Selama ini, lanjut Hayono, tidak ada pembicaraan kepada dirinya maupun jajaran partai terkait pengusungan Agus-Sylviana.

"Setahu saya jajaran partai nggak ada yang tahu (nama Agus-Sylvia). Tahunya baru belakangan. Mungkin waktunya tidak cukup ya," kata mantan peserta Konvensi Demokrat itu.

Karena itu, Hayono merasa persiapan Demokrat dalam mengusung Agus-Sylviana belum cukup matang.

"Tapi itu tadi, nggak boleh dadakan. Bagaimana sih persiapan partai kan harus matang, apalagi partai besar. Malu kita," ucap Hayono.

Koalisi Cikeas secara mengejutkan mengusung pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Setidaknya, ada empat partai yang memberikan dukungan kepada pasangan Agus-Sylviana.

Keempat partai itu ialah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika digabungkan, jumlah kursi yang dimiliki keempat partai itu di DPRD DKI ada 28 kursi.

Tetap Dukung Ahok, Ruhut: Kalau Demokrat Enggak Suka, Silahkan Pecat Aku!

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku siap menghadapi segala risiko karena berbeda sikap dengan Partai Demokrat terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. 


Ruhut konsisten dengan keputusan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara Demokrat memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku," kata Ruhut saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016).

Ruhut meyakini, keputusannya untuk mendukung Ahok-Djarot adalah yang terbaik. Pada akhirnya, ia meyakini Ahok-Djarot lah yang akan memenangi pertarungan meski harus menghadapi putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Aku tak pernah punya rasa takut bos. Aku bicara kebenaran," ucap Anggota Komisi III DPR ini.

Namun Ruhut menegaskan, ia tak akan mengikuti langkah Boy Sadikin yang keluar dari PDI-P karena tak sejalan dengan keputusan partai.

Menurut dia, kasus dirinya dan Boy berbeda. Boy mundur karena berambisi menjadi Gubernur DKI, namun PDI-P memutuskan mendukung Ahok.

Sementara Ruhut sama sekali tak berambisi menjadi Gubernur DKI sehingga tidak perlu sakit hati dengan keputusan Demokrat mendukung Agus-Sylviana.

Ia hanya menyesalkan langkah Demokrat yang memilih Agus. Sebab, jika Agus kalah di DKI, maka karir politiknya akan tamat.

"Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan," ucap Ruhut.

Partai Demokrat memutuskan mengusung Agus-Sylviana Murni berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot sudah lebih dulu mendaftar ke KPU dengan diusung PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem.

Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera baru akan mengumumkan calonnya pada Jumat siang ini.

Ruhut sudah dinonaktifkan oleh Yudhoyono dari posisi Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Dia mensinyalir pencopotan dirinya karena sejumlah elite Demokrat yang tak suka dengan keputusannya mendukung Ahok.

Tolak Keputusan SBY, Anggota Dewan Pembina Demokrat Dukung Ahok-Djarot

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menyatakan dukungannya pada pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017.



Sikap Hayono tersebut berbeda dengan keputusan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Silviana Murni.

"Sejak awal saya sudah mendukung Ahok karena saya melihat bahwa sebagai petahana, Ahok-Djarot memiliki prestasi sangat baik. Padahal secara efektif baru menduduki posisi gubernur dan wakil gubernur kurang dari dua tahun," ujar Hayono di Posko Muda Mudi Ahok, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Menurut Hayono, Ahok-Djarot merupakan pasangan harmonis yang mencalonkan diri kembali bukan untuk memperebutkan kekuasaan. Ia menganggap Ahok-Djarot ingin terus berprestasi dan melayani masyarakat Jakarta.
"Saya melihat keduanya selama ini fokus bagaimana bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk warga Jakarta," tambah Hayono.

Oleh sebab itu, dirinya merasa optimistis prestasi Ahok-Djarot bisa lebih gemilang jika diberi kesempatan satu periode tambahan memimpin Jakarta.

"Beliau mesti diperpanjang menuntaskan tugasnya sampai selesai. Kalau perlu dipilih kembali di 2017," kata Hayono.

Selain Hayono, politisi Demokrat Ruhut Sitompul sudah lebih dulu mengaku mendukung Ahok. Ia mengaku siap dipecat atas sikap bersebrangan itu.

"Aku mendukung kalau Demokrat mengusung kadernya sendiri. Agus bukan kader Partai Demokrat, Agus kader TNI," kata Ruhut saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/9/2016).

Ruhut pun mengaku sedih. Ia memandang, Agus yang memilki masa depan cerah di TNI justru dipaksa terjun ke dunia politik. Ia menilai, karier Agus akan habis apabila ia kalah di DKI Jakarta.

"Aku enggak kebayang kalau Agus kalah, dibunuh kariernya oleh partai yang aku banggakan," ucap Ruhut.
Jumat, 23 September 2016

Gerindra ungkap alasan ogah usung Yusril jadi Cagub DKI

AMIMAZDA.COM - Enam partai politik masih belum menentukan sikap di Pilgub DKI 2017. Mereka masih melakukan lobi-lobi politik tentang siapa yang bakal dicalonkan sebagai lawan petahana Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Gerindra ungkap alasan ogah usung Yusril jadi Cagub DKI


Poros Cikeas, Demokrat, PAN, PKB dan PPP belum mau mengumumkan calon. Padahal para ketua umumnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar dan Romahurmuziy sudah berembuk sejak kemarin malam di Puri Cikeas, Bogor, kediaman SBY.

Sementara dua partai sisa, Gerindra dan PKS juga menggelar rapat di tempat berbeda yakni kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di sana juga hadir Presiden PKS Sohibul Iman.

Tarik menarik antara empat dan dua partai ini terjadi. Gerindra ngotot ingin mencalonkan Sandiaga Uno sebagai gubernur. Sementara poros Cikeas, ingin menempatkan Sandiaga di nomor dua, sementara calon gubernur antara Yusril Ihza Mahendra dan Anies Baswedan.

Sumber merdeka.com mengungkap alasan kenapa Gerindra tak mau mencalonkan Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur. Karena alasan inilah, tarik menarik antara poros Cikeas dan Gerindra terjadi.

"Mohon maaf saja, Yusril itu kan ketua umum partai lain, masak mau dicalonkan oleh Gerindra," kata sumber itu yang juga pimpinan partai Gerindra.

Hingga saat ini lobi masih terus dilakukan antar kedua kubu. Poros Cikeas bahkan menjanjikan sudah ada satu nama yang bakal diusung dalam Pilgub nanti yang akan diumumkan pada Pukul 23.00 WIB.

"Nanti malam Insya Allah akan diumumkan," kata Zulkifli Hasan di Puri Cikeas.

Yusril Ihza Mahendra sendiri sudah bertemu dengan Prabowo. Selama hampir satu jam, mereka berbicara soal pemilihan gubernur DKI 2017.

Pertemuan digelar di kediaman keluarga Prabowo Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani ikut hadir dalam pembicaraan itu.

"Saya telepon mau ketemu, diminta datang ke Kebayoran," kata Yusril kepada merdeka.com, Kamis (22/9).

Sejumlah partai menyiapkan skenario melawan Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan para petinggi PPP, PAN dan PKB di Cikeas, minus Gerindra dan PKS.

"Tadi malam satu jam lebih sama Pak Prabowo, kesimpulannya tetap Sandiaga, harga mati. Sudah final," ungkap Menteri Sekretaris Negara itu.

Sikap keras Prabowo itu, kata Yusril, karena melihat perolehan kursi di DPRD DKI. "Katanya enggak bisa Gerindra kan kedua terbesar, jika tak usung calon sendiri bisa diprotes pengurus daerah," tuturnya.

[rnd/merdeka/amimazda.com]

Gagal Jadi Cagub DKI, Yusril Ihza Mahendra Merasa Kecewa

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dipastikan gagal maju dalam bursa calon kepala daerah DKI Jakarta 2017. Realitas politik tersebut membuat Yusril mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya untuk ikut dalam pertarungan merebutkan kursi orang nomor satu di Jakarta.

Gagal Jadi Cagub DKI, Yusril Ihza Mahendra Merasa Kecewa

Ucapan maaf dan terima kasih ditujukan Yusril kepada para ulama, habaib, ustaz, muballigh, relawan, politikus, aktivis, wartawan, tokoh lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh masyarakat yang telah mendukungnya untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI.

“Saya mohon maaf pula, jika telah mengecewakan para pendukung karena ketidakberhasilan saya maju sebagai calon. Saya memetik hikmah dan sekaligus introspeksi atas semua yang terjadi,” kata Yusril ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/9).

Yusril memastikan, kegagalannya ikut bertarung pada pilkada DKI akan dihadapi dengan sabar oleh dia dan keluarganya. Karena bagi Yusril, politik bukan permainan kekuasaan yang menonjolkan kepentingan sesaat.

“Terima kasih dengan tulus ikhlas sudah membantu saya dalam proses pencalonan Gubernur DKI. Bahwa upaya ini tidak berhasil, semua saya serahkan pada kehendak Allah yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Selain itu, Yusril juga mengucapkan selamat kepada pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur dari Poros Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Ucapan selamat juga dia tujukan kepada kandidat yang akan diumumkan oleh koalisi Partai Gerinda dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini.

Menurut Yusril, keputusan yang dibuat oleh partai non pendukung petahana hari ini bisa jadi menimbulkan rasa puas dan rasa kecewa bagi sebagian warga. “Namun apapun juga perasaannya, itulah realitas politik yang kita hadapi,” katanya.

Agus Harimurti dan Sylviana resmi digadang oleh Poros Cikeas untuk menjadi lawan bagi pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djaraot Syaiful Hidayat. Agus-Sylviana diagendakan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI hari ini, hari terakhir pendaftaran bakal cagub-cawagub Jakarta.

Keputusan mengusung Agus-Sylviana dilakukan pada Jumat dini hari setelah pertemuan maraton digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu malam (21/9) hingga Jumat dini hari. (rdk)

Panglima TNI Tegaskan Tentara Harus Mundur jika Ikut Pilkada

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, setiap anggota militer harus mengundurkan diri dari kedinasan jika menjadi peserta Pilkada. Hal itu tertuang di dalam undang-undang dan aturan internal TNI.

Panglima TNI Tegaskan Tentara Harus Mundur jika Ikut Pilkada


"Aturan di TNI, setiap anggota militer yang akan menjadi calon peserta Pilkada, maka statusnya harus mengundurkan diri dari dinas militer," ujar Panglima TNI sebagaimana dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI pada Jumat (23/9/206).

Mundurnya bakal calon kepala daerah dari kedinasan militer, kata Gatot, demi menjamin netralitas institusi militer dalam proses demokrasi dan politik.

Gatot berjanji, TNI tidak akan menghalang-halangi anggotanya yang ingin terjun ke dalam dunia politik.

Namun, personel TNI itu harus mengikuti syarat aturan perundangan yang berlaku terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia politik.

"Kalau prajurit TNI masa aktifnya masih panjang akan diberikan pensiun dini, sehingga pada saat Pilkada dia sudah bukan militer lagi," ujar Gatot.

Gatot sekaligus menekankan netralitas TNI dalam Pilkada. Jika ada oknum TNI yang tak netral dalam Pilkada, Gatot meminta publik melaporkannya ke TNI. 

"Saya mengimbau kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui anggota TNI yang tidak netral, tolong sebutkan nama dan pangkatnya, sehingga bisa kami cari, diadakan penyelidikan dan proses hukum," ujar dia.

Ketentuan bagi anggota TNI yang ikut dalam pemilihan umum merujuk pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor: ST/983/2016 tanggal 9 Agustus 2016.

Surat itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Adapun, ketentuan yang dimuat di dalam Surat Telegram Panglima TNI, yakni : 

Pertama, anggota TNI dan PNS TNI yang mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif dan mengikuti Pilkada, agar membuat Surat Pengunduran Diri dari anggota TNI dan PNS TNI. Surat Pengunduran Diri tidak dapat ditarik kembali.

Kedua, selama dalam proses Pemilu Legislatif yang bersangkutan telah diberhentikan dengan hormat dari anggota TNI dan PNS TNI.

Ketiga, anggota TNI dan PNS TNI yang akan mencalonkan diri mengikuti Pilkada, agar membuat Surat Pengunduran Diri dari anggota TNI dan PNS TNI sejak ditetapkan sebagai calon peserta Pilkada dan tidak dapat ditarik kembali.

Keempat, anggota TNI dan PNS TNI yang telah ditetapkan sebagai calon peserta PIlkada wajib menyerahkan Keputusan Pemberhentian dari dinas keprajuritan TNI dan Keputusan pemberhentian PNS TNI paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak ditetapkan sebagai calon peserta Pilkada kepada KPU.

Kelima, apabila tidak terpilih menjadi anggota Legislatif dan Pilkada, maka yang bersangkutan tidak dapat kermbali menjadi anggota TNI dan PNS TNI.

Keenam, selama dalam proses Pemilu Legislatif dan Pilkada tidak diperbolehkan menggunakan atribut maupun fasilitas TNI.

Koalisi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Saat ini, Agus adalah perwira menengah TNI dengan pangkat mayor infanteri.

Pengamat: SBY Masih Mimpi Punya "Power" untuk Atur Negeri Ini

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih berusaha menunjukkan pengaruhnya dalam perhelatan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Pengamat: SBY Masih Mimpi Punya "Power" untuk Atur Negeri Ini


Hal itu terlihat dari upaya SBY untuk membangun Koalisi Cikeas yang terdiri dari empat parpol, yakni Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keempat partai itu pun bersepakat untuk mengusung putra SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono, yang dipasangkan dengan Deputi Gubernur bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta Sylviana Murni.

"Poros Cikeas itu adalah poros SBY. SBY masih bermimpi punya power untuk mengatur negeri ini," kata Ikrar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/9/2016).

Menurut Ikrar, agar lebih mudah dalam membangun koalisi, Presiden keenam RI itu mendekati partai-partai yang memang belum mempunyai calon yang jelas untuk diusung pada Pilgub DKI.

Di sisi lain, SBY menolak untuk bergabung dengan koalisi pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang sudah terbentuk terlebih dulu.

Ikrar menilai, Koalisi Cikeas ini mengingatkan kepada koalisi yang dibangun SBY pada 10 tahun masa pemerintahannya dulu.

"Mereka yang ikut dalam koalisi itu adalah bagian dari koalisi pemerintahan SBY-JK dan SBY Boediono," ucap Ikrar.

PKB, PAN, dan PPP selama ini memang dikenal sebagai koalisi "setia" bagi pemerintahan SBY selama berkuasa dari tahun 2004-2014. Ketiga partai itu seolah "reuni" kembali pada Pilkada DKI Jakarta kali ini.

Di sisi lain, Ikrar melihat koalisi yang dibangun oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera mengingatkan pada Koalisi Merah Putih di "kompetisi" Pemilihan Presiden 2014 lalu.

KMP yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat itu sebenarnya terdiri dari lima parpol. Namun, Partai Golkar, PAN, dan PPP sudah meninggalkan KMP dan bergabung ke pemerintahan.

"Gerindra dan PKS dua partai yang masih tersisa di Koalisi Merah Putih, yang masih seiring sejalan dan senasib sepenanggungan," kata Ikrar.

Gerindra dan PKS sempat dilobi untuk masuk Koalisi Cikeas, tetapi menolak. Kedua parpol berencana akan mengumumkan calon yang diusungnya pada siang ini.

Adapun koalisi pendukung petahana Ahok-Djarot yang sudah terbentuk terlebih dahulu, menurut Ikrar, adalah murni koalisi baru.

Koalisi ini terbentuk karena magnet Ahok yang memiliki elektabilitas cukup tinggi untuk memenangi Pilgub DKI Jakarta. Sejumlah parpol pun akhirnya mengambil langkah realistis dengan mengusung Ahok.

"Ahok 'sebau-bau' mulutnya dalam mengeluarkan pernyataan, tetapi ke mana pun dia pergi, walau katanya mau didemo, tetapi tetap warga malah ber-selfie ria," ucap Ikrar.
Kamis, 22 September 2016

Amien Rais: Akan Ada Paket Pasangan yang Mengejutkan dari PAN

AMIMAZDA.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tiba-tiba mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Amien Rais: Akan Ada Paket Pasangan yang Mengejutkan dari PAN


Kedatangannya ialah untuk menemui Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang juga Wakil Ketua Umum PAN.

"Kemarin saya dengar Ketua Umum PAN bilang akan ada kejutan terkait Pilgub DKI. Makanya, saya datang ke sini, nanti saya kasih tahu setelah ini," kata Amien.

Ia juga mengaku penasaran apa kejutan yang disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terkait Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Makanya, ini saya juga mau tahu ada kejutan apa lagi ini terkait Pilgub DKI, apalagi ini yang ngomong akan ada kejutan Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR," ujar Amien.

Amien memastikan kedatangannya kali ini tidak terkait pernyataannya yang hendak mengusulkan pemecatan Zulkifli Hasan dari Ketua Umum PAN jika mendukung Basuki Tjahaja Purnama.

"Tidak terkait ucapan saya yang dulu tentang pemecatan Ketua Umum PAN. Nanti akan ada paket pasangan yang mengejutkan. Nah, itu apa. Nanti kita lihat," kata mantan Ketua MPR itu.

Demokrat: Agus Harimurti Yudhoyono Layak Jadi Cagub DKI

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Koalisi Partai Demokrat (PD), PAN, PKB, dan PPP akan mengumumkan pasangan cagub DKI yang mereka usung malam ini di Cikeas. Sempat ada beberapa nama cagub DKI yang digodok keempat parpol itu, siapa yang akhirnya diusung? 

Demokrat: Agus Harimurti Yudhoyono Layak Jadi Cagub DKI


Ditanya terkait hal ini Waketum PD Syarief Hasan enggan bicara. Syarief meminta publik menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan di kediaman SBY Puri Cikeas, Bogor, Kamis (22/9/2016) pukul 23.00 WIB malam nanti.

Sejumlah nama yang sempat digodok dalam rapat-rapat empat ketum parpol di Cikeas antara lain Yusril Ihza Mahendra, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno. Namun nama Agus Harimurti Yudhoyono sempat menguat. 

Syarief menilai sosok Agus Harimurti Yudhoyono ini mumpuni. Punya pengalaman dan banyak gelar master.

"Layak lah. Dia kan punya gelar masternya tiga, di Amerika, di Singapura, itu kan universitas terkenal semua," kata Syarif Hasan saat berbincang dengan detikcom.

"Dia juga pernah penugasan di Lebanon, sekolah manajemennya juga bagus. Pengalamannya kan di dunia internasional sudah banyak," Syarief.

Lalu apakah Agus Harimurti yang dinilai layak ini yang akan diusung maju Pilgub DKI oleh PD, PAN, PKB, dan PPP? Lalu bagaimana dengan kariernya di militer?

Isu santernya demikian. Kabarnya ia akan diduetkan dengan Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni. Benarkah? kita tunggu saja.


(van/dnu)

Presiden Jokowi "Todong" Arifin Panigoro Ikut Amnesti Pajak

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Taipan Arifin Panigoro mengaku "ditodong" oleh Presiden Joko Widodo untuk mengikuti program amnesti pajak.

Presiden Jokowi "Todong" Arifin Panigoro Ikut Amnesti Pajak


Hal itu dilakukan saat Presiden melakukan sosialisasi amnesti pajak di depan konglomerat-konglomerat, di Istana Negara pada Kamis (22/9/2016).

"Aku sudah ditodong hari Selasa, aku harus (daftar amnesti pajak)," ujar Arifin seusai sosialisasi.

Ketika ditanya siapa yang menodongnya, Arifin mengatakan, "Oh, ya Presiden-lah."

Arifin berkomitmen mendaftarkan diri menjadi peserta amnesti pajak.
Akan tetapi, dia mengaku ada agenda ke luar negeri dan baru dapat mengurus pendaftaran pada pekan depan.

Arifin mengapresiasi pemerintah yang melonggarkan waktu untuk memenuhi persyaratan administrasi amnesti pajak.

"Buat pengusaha kalau dilonggarkan lebih baik. Tapi ya mudah-mudahan kita selesai semua minggu depan," ujar dia.

Selain Arifin, sejumlah konglomerat di Indonesia juga tampak hadir, antara lain Alim Markus, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Sugianto Kusuma alias Aguan, dan Oesman Sapta Odang.
Selasa, 20 September 2016

Malam Ini, Dana "Tax Amnesty" yang Sudah Dilaporkan Tembus Rp 1.126 Triliun

AMIMAZDA.COM - Realisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty terus melaju hingga awal pekan ketiga September 2016.



Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan yang dikutip Kompas.com, pukul 18.00 WIB Selasa (20/9/2016), harta yang sudah dilaporkan sudah menembus Rp 1.126 triliun.

Harta yang sudah dilaporkan masih didominasi harta yang berada di dalam negeri atau deklarasi dalam negeri yakni sebesar Rp 772 triliun.

Sedangkan deklarasi harta dari luar negeri sebesar Rp 296 triliun. Sementara harta yang ditarik pulang ke Indonesia atau repatriasi sebesar Rp 58,6 triliun dan uang tebusan Rp 27 triliun.

Dibandingkan harta yang dilaporkan pada Senin (19/9/2016) pukul 18.00 WIB sebesar Rp 995 triliun, terjadi kenaikan Rp 131 triliun hanya dalam tempo 24 jam saja.

Kemarin, harta deklarasi mencapai Rp 940 triliun yang terdiri dari deklarasi dalam negeri mencapai Rp 694 triliun dan luar negeri Rp 246 triliun.

Adapun harta yang ditarik ke Indonesia atau repatriasi sebesar Rp 54,9 triliun. Sementara uang tebusan Rp 23,5 triliun dari 87.896 surat pernyataan harta.

Secara nilai, realisasi tax amnesty pekan ketiga September memang masih jauh dari target semula, yakni dana deklarasi Rp 4.000 triliun, dana repatriasi Rp 1.000 triliun, dan uang tebusan Rp 165 triliun.

Meski begitu, pemerintah meyakini realisasi tax amnesty akan terus melonjak hingga akhir September ini.

Seperti diketahui, September adalah bulan terakhir periode pertama tax amnesty dengan tarif terendah yakni 2 persen.

PDI-P Resmi Usung Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; PDI Perjuangan resmi memutuskan untuk kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

PDI-P Resmi Usung Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017

Keputusan ini diumumkan di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

"Setelah melalui tahapan yang prosesnya bisa dipertanggungjawabkan, PDI-P mengumumkan calon kepala daerah di 101 daerah yang mengadakan pilkada serentak tersebut," kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Selasa malam.

"Tamu kita yang ditunggu teman-teman pers, calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan sebagai calon wakil gubernur adalah Djarot Saiful Hidayat," ucapnya.

Ahok dan Djarot turut menghadiri deklarasi malam ini. Keduanya akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada hari pertama pendaftaran, Rabu (21/9/2016) besok.

Selain dari PDI-P, pasangan ini juga didukung oleh Partai Golkar, Hanura, dan Nasdem yang sudah terlebih dahulu menyatakan dukungannya kepada Ahok.

Dengan dukungan empat partai, pasangan ini mengantongi 52 kursi DPRD DKI. Adapun syarat untuk mendaftar ke KPU hanya 22 kursi.

Kini, tinggal Gerindra, Demokrat, PPP, PKB, PAN, dan PKS yang belum mempunyai calon ataupun koalisi definitif untuk Pilkada DKI 2017.

Dari keenam partai itu, tak ada satu pun yang mempunyai cukup kursi untuk mengusung calonnya sendiri.

Sementara itu, pendaftaran melalui jalur parpol akan ditutup pada 23 September mendatang.

Politisi PDI-P Hamka Haq: Udah Fix, Tetap Ahok dan Djarot

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hamka Haq, mengatakan bahwa kemungkinan besar PDI-P akan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Politisi PDI-P Hamka Haq: Udah Fix, Tetap Ahok dan Djarot


Hal tersebut dia utarakan seusai mengikuti rapat pleno di kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016) malam.

"Tetap Ahok-Djarot. Ya sudah fix," ujar Hamka.

Hamka menuturkan, tidak ada calon lain yang akan diusung oleh PDI-P selain Ahok dan Djarot. Keputusan tersebut merupakan keinginan dari Megawati.

"Enggak ada. Cuma dua itu. Enggak ada keinginan lain, tetap komando dari ketua umum," ucapnya.

Selain itu Hamka juga menegaskan bahwa PDI-P tidak meminta mahar atau membuat kontrak politik terkait pengusungan Ahok dan Djarot saat rapat pleno tersebut.
Dia pun mengingatkan Ahok-Djarot harus menjalani ideologi yang selama ini dianut oleh PDI-P, yakni Pancasila dan UUD 1945.

"Tidak ada mahar politik. Yang pasti, calon yang kami usung harus menjalankan ideologi PDI-P yakni Ideologi Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.

Warga Bukit Duri Diberi Waktu Sepekan untuk Bongkar Rumahnya Sendiri

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Meski surat peringatan ketiga (SP-3) untuk warga Bukit Duri menyatakan dalam waktu 1x24 jam Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan menertibkan bangunan milik warga, Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Hermawan mengatakan penertiban baru akan dilaksanakan pada pekan depan. 

Warga Bukit Duri Diberi Waktu Sepekan untuk Bongkar Rumahnya Sendiri


“Kami masih memberi kesempatan kepada warga untuk membongkar sendiri rumahnya. Demikian pula dengan warga yang belum mau pindah ke rusunawa. Masih kami beri kesempatan,” kata Ujang melalui pernyataan tertulis, Selasa (20/9/2016). 

Hari ini, SP-3 telah dilayangkan untuk 170 pemilik rumah di RW 09, 10, 11, dan 12. Pemberian SP-3 itu menuai penolakan dari sejumlah warga.

Bukit Duri dipastikan akan ditertibkan meski penerbitan surat peringatannya sempat tertunda di tengah gugatan PN Jakarta Pusat dan PTUN. 

Pemkot Administrasi Jakarta Selatan baru akan menggelar rapat teknis penertiban pada pekan depan. Hingga awal September ini, 290 KK telah bersedia direlokasi dan mengambil kunci Rusunawa Rawa Bebek. Camat Tebet Mahludin mengatakan masih ada 94 pemilik bidang yang belum mengambil unit rusun tersebut. 

"Kami masih buka pendaftaran rusun, bisa mendaftar ke kelurahan, kami akan bantu pindahannya," ujar Mahludin.

Koalisi Gemuk Hancur, PKB Pastikan Tak Dukung Sandiaga Uno

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Wakil Ketua DPD DKI Jakarta Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Azis memastikan partainya tak akan mendukung Sandiaga Uno sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. 

Koalisi Gemuk Hancur, PKB Pastikan Tak Dukung Sandiaga Uno


"Enggak (dukung Sandiaga). Dipastkan tarik dukungan," kata Azis saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Menurut dia, penarikan dukungan terhadap Sandiaga sekaligus menandakan bahwa PKB tak berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Azis menambahkan, PKB akan mengupayakan terbentuknya koalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Adapun Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI, PPP memiliki 10 kursi, dan PKB memiliki 6 kursi.

Jika partai-partai itu tergabung dalam satu koalisi, suara mereka sudah lebih dari cukup untuk mencalonkan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI.

Sebab, syarat bagi partai atau gabungan partai untuk mengajukan pasangan calonnya minimal memiliki 22 kursi di DPRD.

"Namun tunggu pimpinan. Nanti (keputusan) paling telat Kamis (22/9/2016)," sambung Azis.

Sebelumnya, PKB mengancam akan menarik dukungannya terhadap Sandiaga apabila kader Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, dipilih sebagai bakal cawagub pendamping Sandiaga.

PKB merasa tak diajak bicara soal Mardani dan partai itu telah mengajukan kandidat calon wagub untuk pendamping Sandiaga.

Demi Efektivitas, Jokowi: Lembaga Nonstruktural Harus Dibubarkan!

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Presiden Joko Widodo meminta lembaga nonstruktural yang tidak efektif, dibubarkan. Kementerian terkait pun diminta mengambil alih tugas dan fungsi lembaga nonstruktural tersebut.

Demi Efektivitas, Jokowi: Lembaga Nonstruktural Harus Dibubarkan!


"Lembaga nonstruktural yang jelas tumpang tindih dengan kinerja kementerian, saya minta dibubarkan," ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (20/9/2016).

"Tugas dan fungsinya kemudian diintegrasikan ke kementerian yang berkesuaian," kata dia.

Jika ada lembaga nonstruktural yang masih dipertahankan, Jokowi meminta mengintegrasikannya di bawah kementerian atau lembaga yang sesuai.

Jokowi juga meminta agar lembaga yang terintegrasi itu dengan kementerian itu dipertegas tugas dan fungsinya. Bahkan, lembaga tersebut jika perlu diubah menjadi lembaga ad hoc dengan batas waktu tertentu.

"Ini demi efektivitas dan efisiensi. Kelembagaan pemerintah harus selalu efektif dengan dinamika dan tantangan baru. Kelembagaan itu harus adaptif," ujar Jokowi.

Catatan Jokowi, terdapat 115 lembaga nonstruktural yang masih eksis hingga saat ini.

Sebanyak 85 lembaga dibentuk berdasarkan undang-undang, enam lembaga dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah dan 24 lembaga dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden atau Peraturan Presiden.

"115 adalah angka yang menurut saya sangat besar. Oleh sebab itu, perlu ditata lagi," ujar Jokowi.
Hadir dalam rapat terbatas itu, antara lain Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Jaksa Agung M. Prasetyo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan.

PDIP ke Sandiaga Uno: Jangan Berharap

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, dirinya sudah mendapat pesan dari petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk tidak mengharapkan dukungan dari partai itu pada pemilihan kepala daerah DKI 2017.

PDIP ke Sandiaga Uno: Jangan Berharap


PDIP akan mengumumkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Pilkada DKI 2017, Selasa malam ini (20/9), di Menteng, Jakarta Pusat.

"Tadi pagi komunikasi, saya sudah dipesan jangan berharap, kemungkinan yang didukung bukan kami, kesepakatan gubernur dan PDIP akan difinalisasi," ujar Sandiaga di Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta, hari ini.

Kabar yang berkembang, pasangan calon yang akan didukung PDIP adalah Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saeful Hidayat. Sandiaga mengaku siap dengan segala keputusan yang akan diambil PDIP.

"Saya ikhlas. Saya siap apapun keputusannya, seandainya itu ke Pak Gubernur ya selamat berarti beliau berhasil menggaet PDIP," tuturnya.

Meski demikian, Sandiaga sebenarnya masih mengharapkan dukungan dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Untuk itu dia akan tetap menunggu hasil keputusan PDIP.

Sandiaga mengklaim, harapannya didukung PDIP dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat kecil yang menginginkan kehadiran gubernur baru di DKI Jakarta.

"Jadi ada dua persoalan pokok terlebih mereka mengeluh harga bahan pokok tinggi, jadi saya ngarep.com banget ke PDIP, kami sampai sekarang masih menunggu dengan harap-harap cemas," tuturnya.

Hingga saat ini, Sandiaga mengklaim masih mendapatkan dukungan dari Koalisi Kekeluargaan yang terdiri dari PDIP, Demokrat, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Beberapa hari terakhir, nama politikus PKS Mardani Ali Sera muncul di daftar bakal calon yang mungkin mendampingi Sandiaga. PKS bahkan sudah mengklaim Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto setuju dengan nama Mardani.

Selain Mardani, nama lain yang ditimbang untuk disandingkan dengan Sandiaga ialah Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Ia dianggap memiliki cukup pengalaman di dunia birokrat DKI Jakarta.

PPP juga mengusulkan Deputi Pemerintah Provinsi DKI Sylviana Murni sebagai bakal calon wakil gubernur Sandiaga. (rdk)

Tak Ingin Kalah Sebelum Bertarung, Pendukung Rizal Ramli Desak PAN, PPP, Demokrat Beri Dukungan

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Jakarta Bergerak mendeklarasikan diri mendukung mantan Menteri Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli untuk maju menjadi bakal calon gubernur DKI pada Pilkada DKI 2017.

Tak Ingin Kalah Sebelum Bertarung, Pendukung Rizal Ramli Desak PAN, PPP, Demokrat Beri Dukungan

Salah satu juru bicara Forum Jakarta Bergerak, Nurmansyah, mengatakan, Forum Jakarta Bergerak merupakan forum yang terbentuk dari sekelompok orang yang ingin Rizal maju menjadi bakal calon gubernur.

Gerakan ini, kata Nurmansyah, mendesak agar sejumlah partai politik yang telah melakukan komunikasi dengan Rizal segera memutuskan sikap untuk mengusung Rizal sebelum dibukanya pendaftaran calon gubernur DKI.

Nurmansyah mengklaim, sejumlah parpol telah memberikan sinyal positif kepada Rizal, yaitu PAN, Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

"Kami ingin agar parpol yang telah memberikan sinyal positif untuk mengonkretkannya dalam tindakan politik yang cerdas dengan mengusung Rizal," ujar Nurmansyah di Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).
Pihaknya juga meminta agar PDI-P mengusung Rizal Ramli dan tidak mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama.

Malam ini, PDI-P akan mengumumkan pasangan bakal calon yang akan diusung pada Pilkada DKI 2017.
"Kami meminta PDI-P untuk tidak mengusung Ahok karena dia telah melakukan banyak kesalahan terhadap warga Jakarta, seperti penggusuran dan reklamasi. Kalau mereka dukung (Ahok), pilpres mendatang suara PDI-P akan jatuh," ujar Nurmansyah.

Ruhut: Tidak Dukung Ahok, Demokrat Jadi Partai Gurem 2019

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan partainya harus mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017. Menurut dia, ada tradisi suatu partai akan menang di DKI bila kadernya menjadi gubernur.

Ruhut: Tidak Dukung Ahok, Demokrat Jadi Partai Gurem 2019


Ruhut mengatakan, kalau tidak memiliki calon dan mencalonkan kader dari partai lain, Demokrat harus siap-siap dilibas dalam Pemilu 2019. "Jadi partai gurem di DKI," kata Ruhut saat dihubungi Tempo, Selasa, 20 September 2016.

Ia menyarankan Demokrat mendukung Ahok karena saat ini Ahok berstatus nonpartai atau independen. "Itu yang kadang kader Demokrat enggak ngerti. Jam terbangnya kurang," ujarnya. 

Ia mencontohkan, saat pemilihan legislatif 2009, Demokrat merajai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI dengan torehan 32 kursi. "Karena gubernurnya kader kami, Pak Foke (Fauzi Bowo)," ucapnya.

Begitu pula saat pemilihan legislatif 2014, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mampu meraih 28 kursi di DKI, faktor dari Gubernur Joko Widodo. "Gerindra juga jangan sombong sekarang. Dia dapat 15 (kursi) karena dulu wagubnya Pak Ahok," tuturnya. 

"Aku heran, kok ngotot enggak mau Ahok," kata Ruhut mempertanyakan sikap orang-orang dekat SBY. 

Saat ini Partai Demokrat memang belum menentukan pilihan siapa yang akan diusung. Namun Ruhut sejak dua tahun lalu telah menyatakan mendukung Ahok. Menurut dia, hal ini sesuai dengan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta mempertimbangkan hasil survei saat mendukung seseorang. 

"Sebagai kader, aku tetap tegas Ahok terus. Karena arahan Pak SBY hasil polling," ucapnya.

Maruarar Sirait: Ahok Pilihan Ibu Mega, Jokowi, dan Rakyat Jakarta

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait sejak awal sudah meyakini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk maju di Pilkada DKI 15 Februari 2017 mendatang. Dukungan terhadap Ahok karena mampu melakukan perbaikan di ibukota negara Jakarta.

Maruarar Sirait: Ahok Pilihan Ibu Mega, Jokowi, dan Rakyat Jakarta

“Sejak awal saya sudah yakin Ahok dan Djarot akan diusung PDIP. Tahu kenapa? Karena Ibu Mega melihat dengan mata hati. Ahok tidak pernah bermasalah dengan Ibu Mega,” ujar Maruarar kepada SP di Jakarta, Selasa (20/9).

Menurut Maruarar, komunikasi antara Ahok dan Megawati selama ini berjalan dengan baik. Ara begitu dia disapa yakin suara konsituen PDIP akan penuh mendukung Ahok di Pilkada Jakarta.

“Karena Ahok sudah banyak melakukan perubahan positif di Jakarta. Bagaimana reformasi birokrasi dan menjaga pluralisme di jalankan secara onsisten,” katanya.

Ara yang merupakan Ketua Umum Taruna Merah Putih dan Relawan taruna Merah Putih akan mengerahkan puluhan ribu anggotanya untuk memenangkan Ahok di Pilkada mendatang. Itu sebagai bukti nyata bahwa konsituen PDIP mendukung Ahok sepenuhnya di ibukota.

Ara menyakini pasangan Ahok-Dajrot akan mampu membawa Jakarta lebih baik lima tahun ke depan. Pasangan itu juga akan menjalankan Nawacita PDIP dalam pemerintahan.

Dikatakan, pemimpin yang memiliki reputasi baik akan selalu didukung PDIP. Ahok juga memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga komunikasi antara Pemprov DKI dengan pemerintah pusat dengan mudah dilakukan.

“Jadi saya kira Ahok itu pilihan Ibu Mega, Pak Jokowi dan Rakyat Jakarta.Saya yakin Ahok akan kembali memimpin Jakarta,” katanya.

Pengumuman cagub DKI secara resmi akan diumumkan Selasa (20/9) malam nanti dikantor DPP PDIP, Menteng Jakarta Pusat.