Gara-Gara Di Gusur warga Kalijodo sampai sumpahi Ahok kalah Pilgub

shares |

AMIMAZDA.COM - Gara-Gara Di Gusur warga Kalijodo sampai sumpahi Ahok kalah Pilgub, Tinggal menghitung jam kawasan prostitusi Kalijodo dibongkar oleh Pemprov DKI. Rencananya, bangunan-bangunan yang disebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada di atas ruang terbuka hijau itu akan diratakan Senin (29/2) besok.

Gara-Gara Di Gusur warga Kalijodo sampai sumpahi Ahok kalah Pilgub

Banyak warga Kalijodo yang sudah memilih hengkang dan pindah ke rumah susun yang sudah ditetapkan Ahok sebagai tempat relokasi mereka. Mereka secara swadaya mengemasi barang-barang miliknya dan membongkar bangunan.

Namun, banyak juga yang masih memilih bertahan dan menunggu petugas menggusur. Bagi mereka yang masih tak terima, luapan kekecewaan pun keluar dari mulut mereka.

Tak jarang, kekecewaan itu dialamatkan kepada Ahok, sang gubernur. Salah satunya Yuni. Saking kesalnya, perempuan ini bahkan mendoakan Ahok agar kalah pada pilgub DKI 2017 mendatang.

"Gue sumpahin kalah (Pilgub 2017) entar," kata Yuni, salah satu warga saat ditemui merdeka.com di depan rumah kontrakannya, Sabtu (27/2) kemarin.

Yuni sudah tinggal di Kalijodo selama tiga bulan. Mata pencahariannya bergantung pada usaha warung yang dibukanya di kawasan yang sudah berdiri sejak tahun 1960 itu.

Tak cuma itu luapan kekecewaannya. Dia juga menilai, sebagai pemimpin, Ahok tidak berupaya mensejahterakan warganya. Salah satu contohnya adalah penggusuran Kalijodo yang bakal dilakukan mantan wakil Jokowi di DKI itu.

Dia pun kebingungan jika Kalijodo benar-benar digusur pada Senin nanti akan mencari nafkah kemana lagi. Apalagi dirinya memiliki dua orang anak yang masih harus dinafkahi.

"Ini bingung nih, saya mau buka warung di mana," katanya.

Sementara itu, Edi, warga Kalijodo lainnya, mengaku telah tinggal lebih dari 20 tahun di Kalijodo. Dia mengaku belum tahu akan tinggal dimana jika Kalijodo jadi digusur.

Dia juga enggan menempati rumah susun yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meski dia memiliki KTP Jakarta. Sebab, rumah susun yang disediakan Pemrov jauh dari tempat kerjanya.

"Ngapain saya pindah ke rusun. Jauh dari tempat kerja saya di sini. Buang duit doang," katanya (merdeka.com)

Loading...

Related Posts