Inilah Kejahatan-kejahatan Daeng Aziz selama berkuasa di Kalijodo

shares |

AMIMAZDA.COM - Inilah Kejahatan-kejahatan Daeng Aziz selama berkuasa di Kalijodo, Nama Abdul Aziz alias Daeng Aziz atau Aziz belakangan ini melambung tinggi dan menjadi akrab di telinga masyarakat. Aziz merupakan pentolan lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara yang memiliki sekitar 8 kafe di sana.


Di zamannya, Aziz yang cukup disegani ini merupakan pemimpin kelompok asal Bugis, Makassar. Selain Bugis, di Kalijodo ada dua kelompok besar lainnya yakni Mandar dan Banten. 

Demikian diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dalam bukunya berjudul 'Geger Kalijodo' yang terbit tahun 2004 silam.

Namun, kini kejayaan Aziz sudah redup. Ia yang dahulu kebal hukum, sekarang malah harus berurusan dengan Kepolisian. Tak tanggung-tanggung, Aziz menyandang status tersangka untuk 2 kasus sekaligus.

yang pertama Aziz ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait kasus prostitusi serta tindak pidana perdagangan wanita.



"Azis akan dipanggil sebagai tersangka dugaan kasus prostitusi," 

Krishna menuturkan penyidik telah melayangkan surat pemanggilan dengan jadwal pemeriksaan pada Rabu (24/2). Terkait dugaan itu, Krishna mengungkapkan polisi telah memeriksa tujuh orang saksi yang diamankan saat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di kawasan Kalijodo pada Sabtu (20/2) dini hari.

Tak hanya itu, Polda Metro juga membidik Aziz atas kepemilikan sejumlah senjata tajam beserta kondom yang ditemukan di kafe miliknya saat penertiban beberapa waktu lalu.

Inilah Kejahatan-kejahatan Daeng Aziz selama berkuasa di Kalijodo

Sementara itu, kasus kedua yang membelit Aziz yakni pelanggaran Pasal 51 ayat 3 Undang-Undang No 30 tahun 2009, Tentang Ketenagalistrikan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona mengungkapkan pihaknya sudah menetapkan Aziz sebagai tersangka sejak 2 hari lalu.

"Awalnya kita lakukan proses penyelidikan, sebelum kita tetapkan tersangka 2 hari lalu. Ini didahului oleh permintaan PLN untuk dilakukan pemeriksaan. Apakah dilakukan pencurian listrik atau tidak," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona, saat ditemui di kantornya, Jakarta Utara, Jumat (26/2).

Bolly mengatakan, pihaknya terlebih dahulu mengecek ke lokasi beserta pihak PLN, tetangga DA, ketua RT, ketua RS, Lurah, Camat.

"Saat pengecekan di rumah DA, jelas ada cangklongan, atau kaitan listrik. Itulah yg dikatakan pencurian listrik," ujarnya.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh Aziz, pihak PLN mencatat kerugian yang cukup fantastis selama satu tahun. "Kerugian sementara Rp 500 juta durasi 1 tahun," tuturnya.

Jadi, lanjut Bolly, selama ini Aziz mengoperasikan sejumlah kafe miliknya di Kalijodo dengan menggunakan listrik curian.

"Alat bukti sudah empat. Untuk yang lima ini saudara Daeng Azis boleh mengaku boleh tidak. Saya tidak akan pakai ini. Mengaku atau tidak juga tidak masalah," ujar Bolly.

Menurut Bolly, Daeng diduga telah melakukan pencurian listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

"Boks (meteran) ini yang legal dan terdaftar ini tidak akan sanggup menghidupi listrik, AC, di kafe itu. Justru yang dicangklong itu yang menghidupi AC dan segala macam. Di situlah pencurian listriknya. Yang terdaftar yang daya watt nya itu kecil tadi itu terdaftar. Tapi di kabel lain ada yang di cangklong, itulah yang menghidupi Ac, kulkas, dan sebagainya. Karena kalau daya yang resmi yang didaftarkan itu tidak akan sanggup," jelasnya.

Pihaknya, lanjut Bolly, sudah menetapkan Aziz sebagai tersangka sejak dua hari lalu. Selain itu, polisi baru hanya mencium satu tindakan kejahatan yang dilakukan Aziz.

"Tersangka 2 hari lalu sudah gelar, hari ini jadi tangkapan. Untuk sementara ini untuk di kami di Polres Jakut hanya pencurian listrik," tuturnya.

Polisi pun tak menutup kemungkinan pemeriksaan saksi-saksi lain terkait kasus tersebut. "Ya tergantung. Yang tahu masalah ini kan PLN," pungkasnya.
Loading...

Related Posts