Ahmad Dhani Ngotot Tuding Ahok Terbelit Kasus Korupsi

shares |

Ahmad Dhani Ngotot Tuding Ahok Terbelit Kasus Korupsi

AMIMAZDA.COM - Belum resmi diusung Partai Keadilan Bangsa ( PKB) dalam Pilgub DKI 2017 mendatang, musisi Ahmad Dhani sudah gencar melempar pelbagai serangan ke arah calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tudingan demi tudingan dilontarkan Dhani untuk Ahok.

Salah satunya, suami penyanyi Mulan Jameela ini begitu ngotot menyebut Ahok terlibat dalam kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras yang kini tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saking ngototnya, Dhani sampai mengancam berani mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika terbukti melindungi Ahok dalam pusaran kasus korupsi tersebut.

"Siapa saja yang ada di belakang Ahok, KPK, presiden. Kalau korupsi kita sikat, kita sikat," kelakarnya.

Dhani juga menuding Presiden Jokowi terlalu melindungi Ahok. Ia berpesan kepada Jokowi untuk membiarkan Ahok sendiri jika tak ingin terganjaln dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Jokowi melindungi Ahok sangat kuat. Saran saya kepada Jokowi, Ahok dilepas saja, daripada memberatkan pada 2019 (pilpres)," tuturnya.

Kebencian Dhani terhadap Ahok tak sampai di situ. Ia bahkan sesumbar akan menolak berapapun jumlah rupiah jika disuruh memberikan dukungan kepada Ahok.

"Kalau kita sudah jelas sudah enggak mungkin saja dengan Ahok. Jadi saya kalau dibayar Rp 1 triliun jadi wakilnya Ahok juga enggak mau. Kalau Mas Sandi ( Sandiaga Uno) mungkin Rp 2 triliun juga enggak bakalan mau," kelakarnya. (Baca: Deklarasi Tim Advokasi Jakarta Bergerak, Ahmad Dhani Malah Bingung)

Sikap itu bukan tanpa alasan. Dhani mengaku masih beriman dan memiliki martabat sehingga tidak ingin disandingkan dengan Ahok untuk membangun Ibu Kota. "Ya alasannya karena saya masih beriman, dan bermartabat. Sudah jelas deh saya enggak mungkin berpasangan dengan Ahok," tegasnya.

Dhani sendiri mengaku saat ini tengah gencar melakukan safari dan konsolidasi politik baik dengan bakal calon gubernur lain atau pun beberapa partai politik. Konsolidasi ini dirasa penting untuk mengetahui partai yang berpeluang memberikan dukungan atau hanya sekedar memberi masukan.

"Saya sudah ke Golkar, PKS, sudah ada lah beberapa. Gerindra juga, jadi memang komunikasi dengan banyak pihak, Ahok pengecualian lah," tandasnya.

sumber: [rhm/merdeka.com]
Loading...

Related Posts