Inilah Alasan Ahok Lebih Pilih Teman Ahok ketimbang PDIP

shares |

AMIMAZDA.COM - Inilah Alasan Ahok Lebih Pilih Teman Ahok ketimbang PDIP, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah mempertaruhkan pencalonannya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta melalui kelompok relawan Teman Ahok.

Inilah Alasan Ahok Lebih Pilih Teman Ahok ketimbang PDIP


Ahok mengaku sudah tidak bisa menunggu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung Djarot Syaiful Hidayat sebagai calon pasangannya. "Saya bilang, saya pertaruhkan ini semua, tapi kalian (Teman Ahok) juga kerja bener. Kalau kerja bener ya, saya ikut independen. Saya kira cukup fair kemarin mereka di rumah saya sampai setengah sebelas malam," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 7 Maret 2016.

Ahok membantah, jika ia dikatakan mendesak PDIP. Menurut dia, Teman Ahok butuh waktu paling cepat untuk mengumpulkan satu juta kartu tanda penduduk (KTP) sekitar 3-4 bulan. Sementara, PDIP belum juga menentukan sikapnya. "(Calon) Wakil (Gubernur) Djarot kami tidak bisa diterima karena tidak ada surat dari PDIP," kata Ahok.

Ahok berujar tidak ingin mematahkan semangat anak muda yang telah mendukungnya sejauh ini, meskipun Ahok mengaku telah menyampaikan segala risikonya. "Ya, saya enggak mau anak-anak muda ini kecewa. Sudah saya katakan kalau anak-anak semangat ya saya ikut independen. Tapi perlu kalian tahu saya juga berkorban ini," kata Ahok

Ahok mengatakan Teman Ahok telah mengalkulasi kalau ditunda lagi untuk memasukkan nama cawagub, mereka tidak sanggup untuk mengumpulkan satu juta KTP. Padahal, mereka sudah meminta nama calon pasangan Ahok pada 1 Maret lalu. "Mereka sudah menghitung, dia mesti kerja dari bulan Maret-April-Mei-Juni-Juli, empat bulan saja sudah susah katanya," kata Ahok.

Menurut mereka, usaha yang diambil Teman Ahok ini terbilang sulit. Kalau harus menunggu PDIP, otomatis memasukkan nama cawagub akan terus mundur. "Saya ngerti juga PDIP ada proses, ada rapat, tapi mereka (Teman Ahok) bilang, kami tidak bisa. Kami tidak bisa menuhin ini (KTP)," tutur Ahok. (LARISSA HUDA/tempo)
Loading...

Related Posts