Politisi Demokrat:Gubernur yang Sekarang Santun Apa Enggak? Ganti sama yang Santun!

shares |


AMIMAZDA.COM - Politisi Partai Demokrat, Nachrowi Ramli, mengatakan, Ibu Kota perlu dipimpin seseorang yang memiliki sifat dan jiwa kepemimpinan Pancasila.

Selain itu, menurut dia, pemimpin Jakarta harus memiliki sifat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Kendati demikian, menurut Nachrowi, kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini tidak mencerminkan tiga sifat itu. (Baca: Lulung: Ahok Itu Bukan Gubernur Jakarta)

Terkait sifat Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan kita memberi contoh) misalnya, Nachrowi menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak memberi contoh yang baik karena kerap berkata kasar.

"Jadi pemimpin itu di depan, jadi teladan, kalau dia memaki terus, ini anak kita jadi apa nanti. Betul tidak? Ganti. Sudah waktunya ganti kalau memang enggak sopan," kata Nachrowi pada acara Penganugerahan Anggota Kehormatan Forum Pemuda Betawi di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2016).

Demikian juga dengan sikap Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun prakarsa dan bekerja sama) yang menurut dia tidak ditunjukkan pemimpin Jakarta saat ini.

Nachrowi yang pernah mendampingi Fauzi Bowo pada Pilkada DKI 2012 melawan Jokowi-Ahok itu menilai, kepemimpinan saat ini justru tidak bisa bekerja sama dengan sesama.

"Kita (pemimpin) mesti ngegerakin, jangan setiap pegawai enggak sampai sebulan diganti, susah. Kita rakyat yang jadi susah, misalnya mau urus surat. Dia mau tunggu tanda tangan, besoknya diganti lagi pejabatnya. Waduh susah," ujar Nachrowi.

"Ada sistem pembinaan pegawai ada, Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang harus diikutin, enggak bisa jalan sendiri," kata Nachrowi.

Terakhir, jiwa kepemimpinan yang Tut Wuri Handayani (di belakang memberi daya-semangat dan dorongan) yang juga menurut dia tidak dimiliki pemimpin Ibu Kota sekarang. (Baca: Taufik: Percayakan Saja Sama Gerindra, Ganti Ahok!).

Menurut dia, kalau pemimpin berhasil dan baik, anak buahnya akan baik pula. "(Anak buah) kita dorong, kita yang maju," ujarnya.

Nachrowi menyatakan, pada Pilkada 2017 nanti, partainya ingin agar ada perbaikan kepemimpinan ke depannya.

"Sebab, kalau di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat, harus ada etika, etika yang harus dipegang oleh pemimpin, oleh kader, yaitu bersih, cerdas, dan santun, itu yang dipegang oleh Partai Demokrat," ujar Nachrowi.

"Intinya, Partai Demokrat ingin pemimpin ke depan yang memenuhi etika, bersih, cerdas, santun, tinggal dipilih, yang sekarang santun apa enggak? ganti sama yang santun," kata dia.


sumber: Robertus Belarminus/kompas.com
Loading...

Related Posts