Wacanakan Deparpolisasi, Megawati Membuka Aib Sendiri

shares |

AMIMAZDA.COM - Wacanakan Deparpolisasi, Megawati Membuka Aib Sendiri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri seperti membuka aib partai ketika melontarkan wacana lawan deparpolisasi.



Apalagi ketika para kadernya mengelaborasikan bahwa deparpolisasi muncul dalam bentuk calon independen dalam pemilihan kepala daerah.

Bukankah deparpolisasi muncul karena perilaku parpol sendiri yang menjauh dari semangat reformasi yang diinginkan publik?

Mantan Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida di Jakarta, Rabu (9/3), mengatakan, calon independen hadir karena hak demokrasi warga di tengah ruang parpol yang sempit dengan berbagai perilaku transaksional dari sebagian oknum pimpinan parpol.

“Hak warga itu dijamin dalam konstitusi kita. Sementara praktik transaksional dan money politic  menjadi faktor perusak utama birokrasi dan moralitas rakyat, karena semua itu merupakan hulu dari semua persoalan di negeri ini,” kata Laode Ida kepada SP hari ini.

Anggota Komisioner Ombudsman RI itu mengatakan, negara ini sendiri tak bisa hanya digadaikan kepada parpol dengn kecenderungan kharakter seperti sekarang ini.

Maka keberadaan calon independen seharusnya tak boleh lagi jadi isu, karna ketika orang parpol mengangkat itu, bisa dianggap kembali membuka aib sendiri.

“Marilah kita biarkan proses-proses politik pilkada berlangsung seperti biasa, karena semuanya sudah diatur dalam UU,”  katanya.

Tentang deparpolisasi muncul dalam bentuk calon independen, Laode Ida menegaskan bahwa kita tak boleh menolak calon independen. Sama juga tidak benar dan tak baik kalau  hak warga negara dikaitkan dengan deparpolisasi.

Orang-orang yang menjadi calon independen justru umumnya juga dari kalangan politisi. Gubernur Ahok misalnya, adalah politisi.

Upayanya mengumpulkan KTP dukungan warga adalah langkah antisipasi jika kelak tak diberi ruang oleh parpol.

“Dan yang pasti, peserta calon independen adalah orang-orang yang percaya diri untuk tampil pimpin dan kelola daerah tanpa perlu didukung oleh parpol,” katanya.

 Laode Ida juga ingin meminta klarifikasi teman-teman di PDIP soal calon independen yang merupakan bagian dari deparpolisasi.

Karena  demokrasi itu adalah hak warga yang berlokus pada individu.

“Dalam UU Pilkada kan dijamin hak perorangan atau independen. Dan UU itu juga dasarnya konstitusi. Mungkin teman-teman di PDIP perlu dimintai klarifikasinya soal ini. Tidak baik kalau kita menyampaikan informasi ke publik tentang  yang bertentangan dengan konstitusi dan nilai-nilai reformasi,”  katanya.

Tentang deparpolisasi ini,   Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi di Ruang Pers Balai Kota-DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (8/3/2016), mengatakan,
 deparpolisasi berakibat merugikan partai politik.

Bukan hanya PDIP yang akan terkena imbasnya, namun semua parpol juga bisa tergerus deparpolisasi.

Apa bentuk konkret dari deparpolisasi dalam konteks Pilgub DKI? Prasetio menjelaskan, pencalonan gubernur lewat jalur independen adalah bentuk deparpolisasi.

"Independen itu kan liberal. Maksud dan tujuannya sah, tapi tidak ada payung hukum dan Undang-undangnya," kata Prasetio. [L-8]

Loading...

Related Posts