Bos Pajak: Data WNI di Panama Papers 80 persen mirip dengan kita

shares |

Bos Pajak: Data WNI di Panama Papers 80 persen mirip dengan kita

AMIMAZDA.COM - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi menyebut, data milik perusahaan firma hukum Mossacak Fonseca di Panama (Panama Papers) yang bocor ke publik memiliki kesamaan hingga 80 persen dengan data yang yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

"WNI (Warga Negara Indonesia) di dalam data Panama Papers ada 800 orang dan ada tambahan data dari ICIC sekira 1.700. WNI di dalam DJP ada 2.580 orang. Hampir 80 persen sama (Panama Papers dengan DJP),"tutur Ken di Kantor Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Menara Bidakara Jakarta, Rabu (13/4).

Meski demikian, DJP tetap tidak bisa menggunakan data Panama Papers. Sebab, hanya nama Special Purpose Vehicle (SPV) yang tercantum.

"Sedangkan data-data seperti, nomor rekening, bank yang digunakan di mana, jumlah uangnya berapa, itu tidak ada," tambah Ken. Hal ini yang membuat DJP hanya mengakomodir data Panama Papers sebagai pelengkap data DJP.

"Saya punya data dari otoritas pajak-pajak negara-negara yang diterima dari negara surga pajak ada 2.551 SPV dan itu ada bank nya, ada nomor rekeningnya, ada alamatnya di Indonesia, ada nomor paspor dan jumlah uangnya. Nah data ini yang bisa ditindak lanjut,"ujarnya.

Menurut Ken, pengusaha punya pilihan untuk mengembangkan usahanya di luar maupun di dalam negeri.

"Bagi saya engga masalah dengan pengusaha yang mengembangkan usahanya di luar. Dengan catatan sepanjang itu bayar pajak. Bagi pajak yang namanya penghasilan (penerimaan pajak negara) mau dari dalam negeri dan luar itu sah dan halal semua," tutupnya. (Baca juga: Tersangkut Panama Papers, Ketua BPK Harry Azhar Azis Dituntut Mundur)

Sofia Ulfa/merdeka.com
Loading...

Related Posts