Demi Melengserkan Ahok, Yusril Rela Menghina Partainya Sendiri!

shares |

Demi Melengserkan Ahok, Yusril Rela Menghina Partainya Sendiri!

AMIMAZDA.COM - Orang paling "hebat" di bumi Nusantara saat ini sedang nyalon menjadi gubernur DKI 1, pernah menjadi capres dan saat ini sedang menjabat ketua umum dari sebuah partai islam yang sangat besar Partai Bulan Bintang (PBB), kehebatan yusril layak diakui oleh beberapa gelintir politikus di Indonesia, kenyataannya, melawan Ahok si juara bertahan yang sudah mengumpulkan hampir 80rb KTP merupakan perlawanan yang amat berat baginya, harga diri dan reputasi Yusril sedang dipertaruhkan dimeja politik. Bagaimanapun, Yusril sudah malang-melintang di jagat politik Indonesia, berkedudukan tinggi kelas satu, orang-orang yang pernah dilawannya adalah Amin Rais, Gus dur dan Megawati, sekarang Yusril melawan seorang murid yang pernah mendapat pelajaran Politik dari Gusdur Megawati dan Prabowo. Tentu saja Yusril tahu diri, dengan melawan Ahok tidak mudah baginya jika hanya mengandalkan partai berlambang bulan dan bintang saja.

Ketika partai Gerindra membuka pendaftaran bagi para calon Gubernur DKI 1, Yusril pun tergopoh-gopoh segera mengambil formulir pendaftaran, ketika PDI-P juga membuka pendaftaran, Yusril terbirit-birit mengambil formulir yang disediakan, hampir semua partai ia kunjungi dan meminta bantuan mereka untuk membantu Yusril agar bisa menjadi Calon Gubernur DKI 1. Tentu saja prilaku orang hebat sekaliber Yusril mengundang tanya-tanya besar bagi publik DKI, hal ini tak luput dari kacamata Ahok yang memang sedang memantau situasi para lawan-lawan politiknya.

"Ini pertama dalam sejarah ada ketua umum partai yang enggak dapat suara melamar ke partai lain. Seru juga," kata Ahok sambil cengengesan.

Guyonan Ahok ditanggapi serius oleh Yusril Hebat mahendra, mendengar sindiranan Ahok yang begitu mantap tanpa tedeng aling-aling seakan menohok harga diri dan sikapnya yang memang sedang kebingungan mencari wadah yang membuka lebar menerima kehadirannya. Yusril pun menjawab.

"Ini adalah bagian dari diplomasi saya dalam menggalang dan menyatukan partai-partai dalam mencapai suatu tujuan. Kalau ini berhasil, ini juga baik dalam upaya menegakkan demokrasi di negeri kita," (Yusril)

Seorang anggota PDI-P tiba-tiba berseloroh

"Prof Yusril kan dari eksternal partai, boleh saja daftar ke mana-mana, itu enggak masalah. Menjadi masalah kalau kader Gerindra mendaftar di partai lain,"

Bagi saya ucapan anggota PDIP itu menarik, bayangkan, seumpama terdapat Kader Gerindra yang melamar di partai lain itu masalah bagi partai itu sendiri, bagaimana bila seorang pendiri partai, yang sepakterjang dan kedudukannya bukan lagi sebagai Kader tapi seorang Pemimpin Partai melamar menjadi kader bagi Partai lain?, menjadi petugas di dalam partai lain?, bukankah ini menjadi bahan tertawaan publik politik?, sekaligus“merendahkan” citra dan branding partainya sendiri dalam hal ini adalah PBB ?.

Demi menumbangkan Ahok, Yusril yang menganggap dirinya hebat ternyata telah merendahkan dan menghina "harga diri" pratainya sendiri. Bagaimana bila ia tidak diterima oleh PDIP Gerindra dan lainnya?? tentu bukan PBB, partai yang menjadi Korban politiknya, tapi mencoreng pula nama Yusril dari kancah Perpolitikan di Indonesia ?. Logikanya begini, bagaimana mungkin sebuah Partai bisa “mempercayai” seseorang, sedangkan partainya sendiri dihianati oleh dirinya sendiri?.

Tulisan ini tentu bukan berbicara mengenai Hak demokrasi, Yusril sah-sah saja melamar menjadi kader bagi partai lain, tapi ini menyangkut “harga diri” dan kepercayaan kepada partai nya sendiri. Bayangkan, bagaimana reaksi publik bila seumpama Megawati, seorang pemimpin partai melamar menjadi Kader Gerindra pada umpamanya? aneh bukan? nah fenomena itu tengah dialami Yusril saat ini, seorang pemimpin partai Bulan bintang tengah melamar menjadi Kader Partai PDIP dan Gerindra, tentu wajar bila Ahok mengatakan

"Ini pertama dalam sejarah ada ketua umum partai yang enggak dapat suara melamar ke partai lain. Seru juga," kata Ahok sambil cengengesan

Partai Manakah yang mau menerima seseorang yang telah "menghina" kapabilitas dan kualitas partainya sendiri?? Patut kita tunggu alasan partai yang menerima Yusril

sumber: Asep Bahtiar Pandeglang/kompasiana.com
Loading...

Related Posts