Inilah Profil Harta Pejabat BPK yang di Tantang AHOK

shares |

Inilah Profil Harta Pejabat BPK ynag di Tantang AHOK

AMIMAZDA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berang saat laporan keuangan DKI Jakarta mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Bahkan, Ahok langsung menantang para pejabat BPK untuk buka-bukaan soal keuangan mereka.

"Saya mau nantang semua pejabat di BPK yang ada bila perlu buktikan pajak yang kalian bayar, harta kalian berapa, biaya hidup kalian, anak anak anda kuliah di mana," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015). (Baca: Ahok tantang pejabat BPK buktikan harta kekayaannya)

Untuk diketahui, saat ini ada 9 komisioner di BPK. Terdiri dari satu ketua, satu wakil ketua dan tujuh anggota.

Profil kekayaan merekapun bisa dilacak dalam website KPK. Berikut profil kekayaan para pejabat BPK:

1. Ketua BPK Harry Azhar Azis

Melaporkan terakhir pada 29 Juli 2010 saat masih menjadi anggota DPR. Dalam laporannya, Harry memiliki harta tidak bergerak senilai Ro 2,4 miliar yang terdiri dari 1 tanah dan bangunan di Padang, 3 tanah dan bangunan Bogor, 3 tanah dan bangunan di Depok, 1 tanah dan bangunan di Batam dan 3 bangunan di Jakarta Selatan.

Harta bergerak berupa alat transportasi, yakni mobil Honda CR-V senilai Rp 342 juta dan harta bergerak lain berupa batu mulia senilai Rp 300 juta. Harry juga tercatat memiliki giro setara kas senilai Rp 396 juta. Sehingga, total harta Ketua BPK itu adalah Rp 4,2 miliar.

2. Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari

Sapto Amal Damandari terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 15 Januari 2010. Dalam laporannya, Sapto memiliki harta tidak bergerak senilai Rp 1 miliar yang terdiri dari 2 tanah dan bangunan di Yogyakarta dan 1 tanah dan bangunan di Jakarta Timur.

Harta bergerak yang dimiliki Sapto berupa alat transportasi senilai Rp 358 juta yang terdiri dari mobil Corolla, dua motor Honda, mobil Honda Jazz dan mobil Peugeot 806. Harta bergerak lain yang dimilikinya senilai Rp 299 juta yang terdiri dari logam mulia, batu mulia dan benda bergerak lain.

Wakil Ketua BPK itu juga memiliki Giro setara kas senilai Rp 759 juta dan USD 5.700. Sehingga, total harta kekayaannya adalah Rp 2,4 miliar dan USD 5.700.

3. Anggota BPK Agung Firman Sampurna

Agung Firman Sampurna terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 10 September 2013. Agung melaporkan memiliki harta tak bergerak senilai Rp 1,1 miliar berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan.

Harta bergerak yang dimiliki senilai Rp 403 juta yang terdiri dari mobil Honda CR-V dan motor Honda Beat. Harta bergerak lain senilai Rp 133 juta terdiri dari logam mulia dan benda bergerak lain.

Selain itu, Agung juga memiliki giro setara kas senilai Rp 153 juta dan USD 10.000. Agung tercatat memiliki hutang sebesar Rp 823,6 juta, sehingga total hartanya Rp 995,7 juta dab USD 10.000.

4. Anggota BPK Agus Joko Pramono (Belum melapor)

5. Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi

Eddy terkhir melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2005. Harta bergerak yang dilaporkan senilai Rp 208 juta yang terdiri dari 2 tanah dan bangunan di Bogor.

Harta bergerak yang dimiliki, yakni mobil Toyota Kijang senilai Rp 128 juta dan harta bergerak lain senilai Rp 35 juta.

Giro setara kas yang dimiliki senilai Rp 210,8 juta. Sehingga, total harta kekayaan Eddy Mulyadi adalah Rp 582,7 juta.

6. Anggota BPK Rizal Djalil

Rizal Djalil terakhir melaporkan harta kekayaan pada 29 Desember 2009. Dalam laporannya, Rizal memiliki harta tidak bergerak senilai Rp 3,2 miliar yang terdiri dari 1 tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan 4 tanah dan bangunan di Kabupaten Kerinci.

Harta bergerak yang dimilikinya berupa mobil Honda CR-V seharga Rp 342 juta.  Harta bergerak lain berupa logam mulia senilai Rp 300 juta.

Giro setara kas yang dilaporkan adalah Ro 396 juta. Sehingga, total harta Rizal Djalil senilai Rp 4,2 miliar.

7. Anggota BPK Moermahadi Soerja Djanegara

Moermahadi terkahir melaporkan harta kekayaannya pada 11 Januari 2010. Dalam laporannya, Moermahadi melaporkan memiliki harta tak bergerak senilai Rp 365,9 juta yang terdiri dari 2 tanah dan bangunan di Bogor.

Harta bergerak yang dimiliki senilai Rp 364 juta yang terdiri dari mobil Kijang Innova, Hyundai Atoz dan motor Honda Vario. Harta bergerak  lain berupa logam mulia yang dimiliki senilai Rp 127,5 juta.

Moermahadi tercatat memiliki giro setara kas senilai Rp 312 juta dan USD 3.106. Sehingga, total harta kekayaanya adalah Rp Rp 1,1 miliar dan USD 3.106.

8. Anggota BPK Bahrullah Akbar

Bahrullah terakhir melaporkan harta pada 20 September 2013. Dalam laporannya, Bahrullah tercatat memiliki harta tak bergeraj berupa 2 tanah dan bangunan di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, 1 tanah dan bangunan di Yogyakarta senilai Rp 625 juta.

Harta bergerak yang dimiliki berupa alat transporasi, yakni 2 motor Honda, 1 motor Yamaha Mio, mobil Toyota Yaris dan Toyota Alphard senilai Rp 697 juta. Harta bergerak lain berupa loga mulia senilai Rp 311 juta.

Bahrullah juga memiliki giro setara kas senilai Rp 363,5 juta. Sehingga, total hartanya adalah Rp 1,9 miiar.

9. Anggota BPK Achsanul Qosasi

Achsanul Qosasi terakhir melaporkan harta pada 27 November 2014. Dalam laporannya, mantan politisi Partai Demokrat itu tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa 5 bidang tanah dan bangunan di Sumenep serta 6 bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur senilai Rp 3,36 miliar.

Harta bergerak yang dimilikinya berupa mobil Toyota Alphard, VW, Toyota Camry, Toyota Kijang, Mitsubishi Outlander Sport senilai Rp 1,3 miliar. Harta begerak lain berupa logam mulia, batu mulia dan barang seni dan antik senilai Rp 3,8 miliar.

Achsanul tercatat memiliki giro setara kas senilai Rp 471 juta dan hutang Rp 1,8 miliar. Sehingga, total harta kekayaannya ialah Rp 7,7 miliar. 

(kha/dra/detik.com)
Loading...

Related Posts