Kang Yoto: persoalan di Bojonegoro dengan Jakarta relatif sama

shares |

Kang Yoto: persoalan di Bojonegoro dengan Jakarta relatif sama

AMIMAZDA.COM - Jakarta, Nama Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto masuk dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Keberhasilannya memimpin Bojonegoro menjadi penilaian positif untuk bisa menjadi pesaing calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bagi Kang Yoto persoalan di Bojonegoro dengan Jakarta relatif sama. Namun gaya kepemimpinan mengatur daerah yang menjadi pembeda. 

"Leadership antara Jakarta dan Bojonegoro itu hampir sama. Hanya mungkin masalah yang diselesaikan itu berbeda," kata Kang Yoto di Tea Addict, Jl Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2016).

Kang Yoto menggelar silaturahmi dengan ekonom Faisal Basri dan pengamat tata kota Marco Kusumawijaya. Sejumlah permasalahan yang disinggung Kang Yoto adalah perbaikan infrastruktur, stabilitas ekonomi dengan tujuan persoalan banjir tak menimbulkan dampak bagi rakyatnya.

"Bagaimana banjir itu tak menimbulkan risiko kerugian luar biasa. Bagaimana tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah," tuturnya.

Persoalan lain di Bojonegoro adalah pengelolaan industri minyak dan gas. Tantangan ini diakuinya cukup berat karena ada beberapa persoalan yang menjadi 'kutukan'. Maksud kutukan ini menyangkut kerusakan alam sampai kerawanan perilaku korupsi.

"Bagaimana saya harus mengawal industri migas tanpa ada kutukan. Kutukan pertama itu kerusakan alam, kutukan kedua itu adalah kalau terjadi korupsi, yang ketiga pesta pora bagaimana agar tidak dikorup  dalam anggaran belanja daerah," sebutnya. 

Dalam pengelolaan pemerintahan, perlu menjalankan prinsip akuntabel dan transparan. Selama hampir dua periode memimpin Bojonegoro, ia berhasil membuat proyek pembangunan dengan  transparan. 

Keberhasilan ini membuat Bojonegoro masuk sebagai salah satu daerah percontohan di Asia karena mampu membuat sistem pemerintahan lebih baik dengan proyek pembangunan transparansi.

"Solusi dengan ini bagaimana ada percontohan, project pembangunan transparansi dan membuat pemerintahan lebih baik. Bojonegoro itu masuk. Ada di Asia, Seoul (Korea Selatan, red), Bojonegoro. Terus di Eropa itu Madrid (Spanyol) dan Paris (Prancis, red)," sebutnya.

Jakarta dan Bojonegoro punya kesamaan permasalahan yakni banjir. Dengan nada canda, Kang Yoto menyebut banjir di wilayahnya lebih parah dibanding Jakarta. Menjadi perbedaan soal anggaran di DKI yang lebih besar.

"Dalam kepemimpinan itu strategi. Bahwa banjir di DKI itu ada. Tapi, 18 kabupaten/kota Bojonegoro langsung basah. Jadi, saya kira banjir di Bojonegoro jauh lebih besar kalau diurut dengan banjir di Jakarta. Bedanya DKI itu duitnya banyak, beda dengan Bojonegoro yang sedikit," katanya langsung disambut tepuk tangan.

Meski dari cakupan daerah beda, Kang Yoto optimis strategi penyelesaian selama memimpin Bojonegoro bisa dipraktikan untuk daerah seperti Jakarta.

"Saya yakin cara ini bukan the best way, tapi bisa jadi dipakai untuk menyelesaikan persoalan. Menurut saya ini memerlukan komitmen. Kuncinya ada dialog, saling bangun kepercayaan," sebutnya. (baca: Siap Maju Pilgub DKI, Kang Yoto 'Blusukan' Dengar Harapan Warga Jakarta)

(hat/fdn)
Loading...

Related Posts