Memalukan!! Beginikah Kelakuan Anggota BPK RI??

shares |


AMIMAZDA.COM - Rekaman video pria yang mengaku auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bikin heboh dunia maya.

Dalam video berdurasi 5 menit 51 detik, yang diunggah ke YouTube itu, pria yang mengaku bernama Imam Supriadi mengancam menggantung Ahok, dan menggunakan pernyataan berbau SARA.

"Anda jangan sok berkuasa, Anda orang asing di sini , saya pribumi asli m****m b****i. Hadapi saya Ahok, lihat peci saya ini BPK RI, teman-teman Anda sudah memaki-maki saya, tapi saya tidak takut," ujar Imam.

Melalui video yang diunggah akun Guru Laghima di YouTube, Imam menuduh Ahok telah menggelapkan uang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebesar Rp 664 juta.

"Anda menggunakan uang PDAM sebesar Rp 664 juta yang saya tuduhkan dan Anda tidak siarkan di ruangan Anda itu, saya lupa memvideokan dan lupa memfoto Anda," ujar pria tersebut

" .... saya Imam Supriadi adalah auditor BPK yang pernah memeriksa Anda. Mulut Anda kotor. B*****t kau Ahok, apakah kau siap digantung di monas seperti Anas Urbaningrum?" katanya.

"Jika tidak, saya yang akan menggantung Anda, catat itu! kalau mau hubungi saya silakan datang saja , data-data di Facebook saya lengkap, sekali lagi saya tantang Anda duel sampai mampus dan jangan mengerahkan massa, siapkan saksi Anda, sekian dan terima kasih wassalamualaikum WR WB," ujar Imam.

Hingga berita ini diturunkan, BPK belum mengklarifikasi apakah benar Imam auditornya.

Dalam akun fb Imam Supriadi, memang terlibat pelbagai foto editan yang mencaci Ahok.

Rata-rata netizen merundung (bully) Imam.

Ada yang menyebutnya gila, membawa-bawa agama untuk menyerang Ahok.

''Saya sebagai muslim benar-benar merasa terhina dengan orang ini. Seolah-olah mewakili umat muslim??? Ckckckck, saya sebagai muslim betul-betul terhina oleh kelakuan orang ini," tulis Tito Elmaghraby.

''Yaelah. Mau nantang aja upload video, langsung datang aja. Ngomong aja blepotan, ngos-ngosan mau nantang ahok," tulis Dwi Ekowati.

Loading...

Related Posts