Yusril Ihza Mahendra Siap Jadi Kuasa Hukum Mantan Rektor Unair

shares |

Yusril Ihza Mahendra Siap Jadi Kuasa Hukum Mantan Rektor Unair

AMIMAZDA.COM - Surabaya: Praktisi hukum Yusril Ihza Mahendra siap menjadi kuasa hukum mantan Rektor Universitas Airlangga Fasichul Ihsan. Selain Yusril, tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, itu juga akan mendapat bantuan hukum dari seluruh ahli hukum dan guru besar kampus itu.

"Beberapa ahli hukum yang siap membantu di antaranya adalah Pak Yusril, kemudian ada juga Pak Maqdir Ismail, serta beberapa guru besar hukum lainnya," kata Sekretaris Umum Ikatan Alumni Unair Surabaya, Akmal Boedianto saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Jumat (1/4/2016).

Akmal mengatakan, ikatan alumni Unair saat ini juga telah menyarankan pada Fasich untuk melayangkan gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka ini. Saat ini, Fasichul Ihsan sedang dirawat di Rumah Sakit Unair, Surabaya.

"Harus diuji dulu status tersangkanya, apakah status tersangka ini KPK sudah mantap? Apakah mereka juga sudah memiliki dua alat bukti dan lainnya," kata Akmal.

Akmal mengaku ragu dengan status tersangka yang ditetapkan KPK kepada Fasich. Sebab, menurut Akmal, kehidupan Fasich sangat sederhana dan dianggap mustahil untuk korupsi. "Saya tahu betul rumahnya beliau, sangat sederhana. Kami semua para alumni tidak percaya kalau beliau (Fasich) korupsi," kata pria yang juga Kepala Badan Dinklat Pemerintah Jawa Timur itu.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Rektor Universitas Airlangga Fasichul Ihsan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair sebesar Rp300 miliar. Menurut KPK, korupsi itu dilakukan saat Fasichul menjabat Rektor Unair sekaligus pemegang kuasa pengguna anggaran.

KPK menganggap Fasichul telah menyalahgunakan wewenang dan merugikan keuangan negara sebesar Rp85 miliar. KPK pun telah menggeledah beberapa tempat, termasuk kantor Rektorat Unair, dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, KPK belum memanggil ataupun menahan Fasichul untuk dimintai keterangan.

(TTD)
Loading...

Related Posts