Berkat Proyek Jalan Tol, 60 Warga Desa Ini Naik Haji

shares |

Berkat Proyek Jalan Tol, 60 Warga Desa Ini Naik Haji

AMIMAZDA.COM - Proyek jalan tol membawa berkah, setidaknya bagi sekitar 60 warga Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.  Proyek tol tersebut bisa mengantarkan mereka menyempurnakan rukun Islam yang kelima, yakni menunaikan ibadah haji.

Hal itu yang terungkap dari daftar calon haji Kabupaten Semarang tahun 2016. Di situ disebutkan bahwa kecamatan penyumbang jumlah jamaah haji terbanyak di wilayah Kabupaten Semarang, pada musim ibadah haji tahun ini adalah kecamatan Bawen.

"Paling banyak Bawen. Rata-rata mereka yang terkena proyek jalan tol (Ungaran-Bawen) menjadi kecamatan terbanyak penyumbang jamaah pada musim haji kali ini," ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Mokhtarom, Rabu (18/5/2016).

Muhtarom mengatakan, jumlah jamaah haji asal Kabupaten Semarang yang terdaftar berangkat ke tanah suci tahun ini mencapai 604 orang jamaah, dari 19 kecamatan yang ada.

Dari jumlah itu kecamatan Bawen merupakan kecamatan dengan jumlah jamaah haji terbanyak. Sedangkan Kecamatan Getasan menjadi Kecamatan dengan jumlah jamaah haji paling sedikit, dibandingkan dengan 18 kecamatan yang lain.

"Orang desa tidak biasa pegang uang banyak, begitu dapat ganti rugi tol (mungkin) bingung buat apa. Akhirnya mereka memilih untuk "investasi" akhirat, dan itu sudah pasti jaminan untung," ujarnya.

Saking banyaknya calon jamaah haji dari Bawen, khususnya dari Desa Kandangan, lanjutnya, sampai-sampai perangkat desa setempat mengistilahkan keberangkatan haji warganya itu seperti halnya "bedhol desa".

"Pernah itu perangkat desa ngomong ke saya, wah ini Kandangan seperti bedhol desa karena banyak warganya yang naik haji," ujarnya.

Menurut Muhtarom, fenomena seperti ini, lanjutnya, juga pernah berlangsung pada musim haji sebelum-sebelumnya sejak tahun 2010 di sejumlah wilayah yang terlintasi proyek jalan tol Semarang-Solo. Warga desa lebih mengutamakan beribadah disamping menginvestasikan uang hasil ganti rugi proyek tol untuk berbagai usaha.

"Dulu Kalirejo, Ungaran Timur yang pertama naik haji bedhol desa," ujarnya.

Meski demikian, sebut dia, para jamaah haji yang berasal dari sejumlah desa yang terkena proyek tol ini tetap mengikuti prosedur pendaftaran dan daftar tunggu yang semestinya. Karena nomor urutan haji itu tidak bisa digantikan.

"Misalnya ada calon jamaah haji dari Kabupaten Semarang meninggal, yang menggantikan bisa jadi dari luar daerah karena sitem tunggunya dibuat nasional," katanya.

Proyek jalan tol Semarang-Ungaran-Bawen merupakan bagian dari pembangunan jalan tol Solo - Semarang yang direncanakan sebanyak 5 seksi.

Dua dari lima seksi jalan tol yang mulai dikerjakan sudah dapat beroperasi penuh. Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 kilometer sudah beroperasi pada November 2011 sedangkan seksi II ruas Ungaran-Bawen dengan panjang 11,95 kilometer beroperasi sejak April 2014.

Sementara seksi III, yakni ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 km telah baru dimulai pembangunannya juli 2015 lalu dan diproyeksikan lebaran tahun ini sudah bisa dilalui kendaraan para pemudik.
Loading...

Related Posts