Curhat Yusril: Program Membeli Sampah, Diketawain Pendukung Ahok!

shares |

Yusril: Program Saya Membeli Sampah, Diketawain Pendukung Ahok!

AMIMAZDA.COM - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra cerita soal salah satu program dirinya untuk membeli sampah. Cerita itu ia sampaikan saat berbicara di hadapan puluhan warga Bidaracina.

Menurut Yusril, program beli sampah itu kemudian ditertawakan oleh para pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya punya program aneh, kemarin sudah diketawain sama pendukung Pak Ahok. Saya bilang kalau saya jadi gubernur saya mau beli sampah," kata Yusril, dalam sambutannya di undangan sukuran kemenangan warga Bidaracina, di Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (3/5/2016).

Yusril diketahui bagian dari tim advokasi warga Bidaracina di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait masalah sodetan Ciliwung-KBT. Yusril mengatakan, program itu memang benar rencananya bila terpilih jadi gubernur.

Konsepnya, ia mengajak masyarakat untuk memisahkan sampah yang punya nilai ekonomis. Misalnya, sampah organik satu kilo Rp 20.000 atau sampah kertas Rp 40.000 per kilonya. Itulah yang menurutnya akan dibeli pemerintah.

"Kalau begitu di ujung jalan situ pemerintah ada anggaran, dibeli itu sampah. Apa ibu-ibu mau buang sampah ke kali lagi?" tanya Yusril ke warga. "Enggak," jawab warga kompak.

"Ngapain buang sampah ke kali, dikumpulin, dapat duit. Makin banyak sampah dikumpulin, makin banyak dapat (uang). Ibu-ibu dapat tambahan," ujar Yusril. (Baca: Yusril Berencana Beli Sampah Warga jika Jadi Gubernur DKI)

Yusril mengaku paham soal hitungan sampah itu karena ia menangani kasus sampah di Bantargebang. Yusril adalah pengacara PT Godang Tua Jaya melawan Dinas Kebersihan DKI.

Menurut Yusril, memusnahkan sampah di Bantargebang juga perlu biaya mahal. Daripada dibayar ke swasta, lanjut dia, lebih baik mengalokasikan uangnya dengan membeli sampah warga.

Hasil sampah yang dibeli, kalau tidak dikelola pemerintah lagi, menurutnya bisa kerja sama dengan swasta. Misalnya, memberikan kertas daur ulang yang telah dipisahkan kepada pabrik daur ulang kertas.

"Kalau swasta itu pabrik kertas daur ulang senang sekali, koran, kertas, kardus, dia lumatkan jadi bubur, jadi kertas koran, dijual lagi, dimusnahin lagi, dicetak lagi, itu-itu aja," ujar Yusril. (Baca: Yusril Mengeluh di Hadapan Warga Jakut, Merasa Difitnah di Media Sosial)
Loading...

Related Posts