Dari Kebiasan Impor, Indonesia Mau Jadi Pengekspor Beras

shares |

Dari Kebiasan Impor, Indonesia Mau Jadi Pengekspor Beras

AMIMAZDA.COM - SULAWESI SELATAN, Inilah tekad dan janji pemerintah Indonesia mengenai beras. Geram ditanyai terus tentang kapan keran impor beras dibuka, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman malah menjawab sebaliknya. Dia mengatakan Indonesia akan kembali menjadi negara pengekspor beras lagi.

Amran geram karena kerap ditanyai wartawan mengenai beras impor namun tidak pernah disinggung kapan Indonesia ekspor beras lagi. "Sebentar lagi Indonesia ekspor beras lagi," kata Amran saat memberikan pengarahan dalam panen raya padi di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, Sulsel, Rabu (4/5/2016).

Kata Amran, pihaknya menaruh tekad untuk peningkatan produktivitas pangan. Hal itu terlihat dari peningkatan anggaran khusus bantuan pangan mencapai 100 persen. Bahkan, untuk Sulsel disediakan anggaran untuk membantu produktivitas petani hampir Rp5 triliun.

Anggaran tersebut, lanjutnya, didapat dari pemangkasan anggaran-anggaran yang dianggap pemerintah tidak bermanfaat untuk rakyat. "Anggarannya dari mana saja? Dulu ada anggaran perjalanan dinas Rp800 miliar, ada biaya gunting pita, seminar, dihilangkan semua maka meningkat untuk bantuan traktor. Didahulukan rakyat, ditambah traktor. Irigasi bertambah," kata Amran.

Di tahun 2016, Amran mengatakan, selain terus memberikan bantuan traktor, pompa, dan pembangunan irigasi, pemerintah juga menyediakan bantuan bibit unggul untuk 3 juta hektare yang bakal diberikan secara gratis kepada petani nasional. "Ini harus dicatat, benih unggul," ungkapnya.

Amran menghadiri panen raya di Luwu Timur dalam rangkaian HUT ke-13 Luwu Timur didampingi antara lain, Bupati Luwu Timur M Thorig Husler, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, dan anggota Komisi IV DPR Markus Nari. Panen raya di Luwu Timur dilakukan di hamparan sawah seluas 990 ha dengan hasil panen 9,9 ton padi varietas Ciherang.(sam)
Loading...

Related Posts