DPRD Surabaya: Yang Merobohkan Rumah Radio Bung Tomo Orang Tidak Beradab!

shares |

DPRD Surabaya: Yang Merobohkan Rumah Radio Bung Tomo Orang Tidak Beradab!

AMIMAZDA.COM - SURABAYA - Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi C Vinsensius Awey menyayangkan kurang sigapnya Disbudpar sehingga terjadi pembongkaran rumah cagar budaya.

Menurut Vinsensius, apabila pengawasan diajukan secara periodik. Kemungkinan pembongakaran dapat diminimalisir.

“Kalau tidak ada pengawasan, kami khawatir banyak bangunan sejarah akan hilang,” tegasnya, Rabu (4/5/2016).

Dijelaskan Awey, pemilik rumah itu ialah pak Amin. Lalu dibeli oleh Beng Jayanata. Kemudian Jayanata yang melakukan perombakan.

Rencananya, Senin (9/4/2016) pekan depan Komisi C akan memanggil pemilik lahan di Jl Mawar No 10-12 itu.

“Dengan kejadian seperti ini maka harus dibawa ke ranah hukum dan selanjutnya tidak boleh menerima izin mendirikan bangunan (IMB),” lanjut politisi Nasdem itu.

Perawatan rumah cagar budaya maupun rumah tua memang mahal dan rumit, maka sering terjadi pembangunan gedung baru.

Namun begitu, cagar budaya tetap tidak boleh dirobohkan karena telah dilindungi undang-undang.

Kepemilikan secara pribadi diperbolehkan, tapi kekuasaan cagar budaya ada di pemerintah daerah. Siapapun tidak boleh mengubah golongan jenis cagar budayanya.

Bangunan Rumah Radio Bung Tomo dinilai memiliki nilai heroik dan historikal yang tinggi. Oleh sebab itu, bangunan itu lambing peradaban bangsa Indonesia saat melawan pihak luar yang ingin merebut Indonesia, khususnya Surabaya.

Awey pun memberikan komentar keras kepada pihak yang berani merobohkan rumah radio Bung Tomo.

“Bangunan cagar budaya memiliki nilai peradaban sejarah yang bisa diwariskan kepada anak cucu. Apabila ada orang yang menghilangkan itu, maka itu kategori orang tidak beradab,” tegasnya.
Loading...

Related Posts