Gayus Tambunan Gugat Perdata Ditjen Pajak dan Kemenkeu

shares |

Gayus Tambunan Gugat Perdata Ditjen Pajak dan Kemenkeu

AMIMAZDA.COM - Jakarta: Gayus Halomoan Partahanan Tambunan tampak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bekas pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini pertama kali terlihat pewarta usai keluar dari salah satu ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gayus dikawal sejumlah polisi bersenjata lengkap. Mulanya, para pewarta meragukan pria yang mengenakan topi dan masker itu adalah Gayus.

Dia juga mengenakan kemeja lengan pendek warna putih dan menggendong tas ransel.

Saat dikonfirmasi, Humas PN Jakarta Selatan, Made Sutrisna membenarkan pria itu adalah terpidana kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

"Iya benar, tadi informasi dari front desk ada Gayus, ternyata mengajukan gugatan perdata," kata Made kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).

Made membeberkan, Gayus mendaftarkan gugatan perdata terhadap Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak pada 14 Maret lalu. Gugatan Gayus teregistrasi dengan nomor 146/Pdt.G/2016/PN JKT Sel.

Hari ini, kata Made, merupakan sidang perdana perkara yang digugat Gayus. Namun, sidang terpaksa ditunda hingga pekan depan karena pihak Ditjen Pajak tidak hadir.

Gayus Tambunan menggugat Kemenkeu dan Ditjen Pajak atas surat pemecatan dirinya yang tertuang dalam surat yang teregistrasi dengan nomor 144/KMK.01/UP.92/2010. Gayus menganggap langkah itu melawan hukum.

Pria yang sebelumnya menjabat Penata Muda (III/a) Pelaksana pada Direktorat Keberatan dan Banding Direktorat Jenderal Pajak, diberhentikan tidak dengan hormat oleh Kementerian Keuangan pada 2010.

Gayus meminta agar instansi tersebut memulihkan nama baiknya dengan menerbitkan surat keputusan baru yang menetapkan hukuman disiplin bagi dirinya hanya berupa pemberhentian sementara.

Gayus, kata Made juga menggugat Ditjen Pajak dan Kemenkeu agar melunasi pembayaran gajinya yang sempat tertunggak sebesar Rp8,6 juta. Gayus juga menuntut agar para tergugat membayar ganti rugi materiil dan imateril.

"Materil Rp200 juta. Dan anti rugi immateriil Rp7 miliar," kata Made.

Gayus saat ini ditahan di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat. Ia divonis atas banyak perkara yang menjeratnya. Pria tambun ini dihukum 12 tahun untuk korupsi pajak dalam kepengurusan PT Surya Alam Tunggal, dua tahun dalam kasus paspor palsu saat bepergian ke luar negeri selama masa hukuman. 

Gayus juga divonis delapan tahun untuk penggelapan pajak PT Megah Citra Raya.  

Sementara itu, untuk kasus gratifikasi, kepemilikan uang USD659.800 dan SGD9,68 juta, dan menyuap petugas rutan Mako Brimob, Gayus divonis delapan tahun. 

(KRI)
Loading...

Related Posts