Ide SBY untuk Masalah Kelaparan Dunia

shares |

Ide SBY untuk Masalah Kelaparan Dunia

AMIMAZDA.COM - Jakarta: Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melirik permasalahan kelaparan dunia. Ia memiliki ide untuk memanfaatkan berbagai sistem dalam menyelesaikan masalah ini.

SBY menjelaskan, bertambahnya populasi dunia menyebabkan kebutuhan terhadap pangan juga meningkat. Berdasarkan data, populasi dunia akan naik 60 persen pada 2050. Sementara, kemampuan produksi pangan dunia belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada saat ini. Apalagi, produksi pangan diperkirakan akan tumbuh lambat dibandingkan 10 tahun yang lalu

"Ini diperkirakan akan terjadi di seluruh sektor pertanian," kata SBY dalam acara Feeding in the Zone, di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).

SBY menyoroti masih banyaknya penduduk dunia yang kelaparan. Namun, di sisi lain ada banyak makanan yang terbuang sia-sia. Tak hanya itu, Food and Agriculture Foundation (FAO) merilis data kerusakan lahan pertanian dunia.

Dia pun mengaku kaget dengan data yang dirilis FAO itu. Kata dia, lahan yang rusak cukup luas, seluas Kanada dan India digabungkan.

"Jadi ini masalah kita, banyak orang yang harus diberi makan, banyak lahan pertanian yang harus diperbaiki, dan banyak daerah yang harus dihubungkan," tegas SBY.

Meski demikian, SBY meyakini jika ketersediaan pangan untuk seluruh masyarakat dunia dapat dipenuhi nantinya. SBY melirik revolusi hijau di sektor pangan. Revolusi hijau diharapkan memberikan harapan untuk menjaga lahan dari kerusakan.

Karena, lanjut SBY, kampanye revolusi hijau meminta masyarakat tak menggunakan pestisida dan berbagai bahan kimia untuk lahan mereka. SBY pun meminta masyarakat mengubah pola pikir mereka terhadap makanan.

Hasil pertanian dunia, kata dia, bisa memenuhi kebutuhan populasi, tapi tidak untuk keinginan populasi. SBY menjelaskan, di beberapa negara, ada masyarakat miskin yang hanya makan satu atau dua kali sehari. Gizi dari makanan itu pun tak memadai.

Tapi di sisi lain, banyak masyarakat yang memakan makanan dengan kualitas tinggi dan tak menghabiskan makanan mereka. Makanan sisa ini kemudian terbuang sia-sia.

"Ini yang saya pikirkan, makanan yang tersisa di seluruh dunia ini bisa mencukupi ketika dibagikan kepada masyarakat miskin," kata SBY.

Ketua umum Partai Demokrat ini menilai gaya hidup seseorang mempengaruhi ketahanan pangan dunia. Karena itu, pemikiran dan gaya hidup masyarakat dunia harus berubah untuk mencegah kekurangan pangan di masa depan.

"Harus berdasarkan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan," kata SBY.

(AHL/METROTVNEWS/AMIMAZDA.COM)
Loading...

Related Posts