Kanal Banjir Timur Kini Lebih Rapi dan Hijau

shares |

Kanal Banjir Timur Kini Lebih Rapi dan Hijau

AMIMAZDA.COM - JAKARTA, Kondisi Kanal Banjir Timur (KBT), khususnya di wilayah Jakarta Timur kini lebih rapi, bersih, dan hijau dengan pepohonan. Tepi KBT juga nyaris terbebas sepenuhnya dari sampah.

Pantauan Kompas.com, aliran KBT mulai dari perbatasan Jatinegara di Kebon Nanas dan sepanjang Kawasan Duren Sawit, tidak "mencolok" adanya sampah yang mengapung di permukaan air. 

Walaupun, satu dua potong sampah seperti plastik masih lolos terbawa arus. Namun, jumlahnya amat sedikit. Hanya kebersihan air di KBT yang masih jadi persoalan. Air KBT berwarna keruh dan berbau amis. 

Baunya bisa tercium jika berdiri di dekat KBT. Warna airnya juga saat ini sedang hitam kecolekatan.

Tidak nampak ada warga yang memanfaatkan air KBT untuk keperluan rumah tangga. Selain karena tepi yang cukup curam, kondisinya juga cukup dalam. 

Keadaan yang semakin baik ini tak lepas dari kerja petugas kebersihan, baik dari Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur dan juga pekerja dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta. 

Yusuf Ali (34), warga sekitar KBT di Duren Sawit itu mengatakan, sampah memang kerap ada baik di jalur inspeksi KBT, di tepi, maupun di permukaan airnya. Namun, kebersihan di sana terus dipelihara. 

"Biasanya kalau di jalan itu sampah habis malam kan dipakai buat nongkrong di sini, tapi pagi itu udah bersih, ada PHL yang ngerjain," kata Yusuf, di KBT wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (20/5/2016). 

Soal tepian, petugas yang memelihara kebersihan jalan inspeksi menurutnya juga kerap merapikan tepian KBT. Salah satunya dengan memotong dan menata rumput, menanam pohon, dan memungut sampah. 

"Kalau dulu di tepian masih suka jadi tempat sampah, tapi itu dulu banget, sekarang mana ada. Bahkan di Duren Sawit pernah ada operasi tangkap tangan, yang ketahuan buang sampah ditangkap kena sanksi di kelurahan atau kecamatan," ujar Yusuf.

Di lain tempat, Arif (34) pekerja Unit Pemeliharaan Kali (UPK) KBT Dinas Kebersihan DKI bekerja setiap hari memungut sampah di permukaan aliran KBT. Arif bersama tujuh rekannya, bekerja dekat pintu air KBT yang berbatasan dengan Jatinegara. 

Dengan menggunakan jaring, kait, pacul, dan perahu serta jaket pelampung, Arif membersihkan bermacam-macam sampah yang setiap hari hanyut ke lokasi tersebut. Arif dan teman-temannya benerja dibantu sebuah backhoe amphibi. 

"Sekarang masih standar sampahnya karena sedang musim kering kan," ujar Arif. 

Kalau sedang sedikit, sampah yang terkumpul tak penuh satu truk. Namun, kalau sedang banyak, sampah bisa melebihi satu truk. 

Mengenai kondisi air, Arif menyatakan aliran KBT yang berasal dari Kali Cipinang itu tidak tercemar separah dulu. Warna air yang berubah hitam menurutnya akibat lumpur yang terangkat dari dasar air akibat musim kering. 

"Beratnya kalau nemu tebangan pohon. Itu dahannya bisa gede jadi mesti pakai bantuan backhoe. Sama kalau banjir, arus di sini deras bahaya kalau turun. Tapi sekarang lagi musim kering, standar jumlah sampahnya," ujar Arif.
Loading...

Related Posts