Menteri Susi Gagalkan Ekspor Ilegal 150.800 Lobster ke Singapura

shares |

Menteri Susi Gagalkan Ekspor Ilegal 150.800 Lobster ke Singapura

AMIMAZDA.COM - JAKARTA, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantinan Ikan, Pengendalian dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan penahanan terhadap 150.800 ekor benih lobster (panulirus spp) yang akan di kirim ke Singapura.

"Modus yang digunakan pengirim kali ini dengan menutup kemasan benih lobster dengan komoditas ikan Selar segar. PT SN mengajukan permohonan ekspor yang menerangkan bahwa perusahaan tersebut melaporkan 64 boks berisi fresh fish yaitu Selar Suku Carangidae,"terang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantornya, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ulang atau pemeriksaan fisik sesuai prosedur karantina dan mutu penghasilan perikanan oleh petugas BKIPM Jakarta I bersama dengan petugas Bea Cukai serta pihak maskapai penerbangan di area pabean.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa ada dari 64 books, 54 di antaranya berisi benih lobster (panulirus sp). Masing-masing boks berisi 9 kantong benih lobsters, total ada 479 kantong.

"Setiap kantong berisi 315 ekor benih lobster sehingga jumlah keseluruhan adalah 150.885 ekor benih lobster,"tuturnya.

Menurut Susi ada dua yang dilanggar oleh PT SN terkait ekspor benih lobster ini. Pertaman, ketidaksesuaian antara dokumen yang dilampirkan dengan barang yang dilaporkan melanggar Pasal 7 UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, dan pasal 77 UU No.31 tahun 2004 yang direvisi dengan UU No.45/2009 tentang perikanan.

Kedua, berdasarkan Permen KP No.01 /2015 bahwa kepiting, lobster, rajungan dalam kondisi bertelur dan yang memiliki berat <200 gram dilarang untuk diekspor.

"sehingga tindakan penahanan oleh petugas karantina ikan dan selanjutnya dilakukan tindak hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"tuturnya.

(mrt)
Loading...

Related Posts