Soal Tol Mojokerto-Kertosono, NU Bolehkan Pemerintah Paksa Pemilik Lahan Demi Kemaslahatan

shares |

Soal Tol Mojokerto-Kertosono, NU Bolehkan Pemerintah Paksa Pemilik Lahan Demi Kemaslahatan

AMIMAZDA.COM - Jombang, Beratnya proses pembebasan lahan terdampak proyek tol Mojokerto-Kertosono menjadi pembahasan dalam forum bahsul masail Musker PCNU Jombang 2016. Hasilnya, NU membolehkan pemerintah memaksakan penguasaan lahan asalkan sesuai dengan nilai kemaslahatan.

Keputusan itu diambil dalam sidang Komisi C Bahsul Masail yang berlangsung di Ponpes Darul Ulum, Jombang, Minggu (8/5/2016). Sekretaris Lembaga Bahsul Masail (LBM) PCNU Jombang Amirul Arifin mengatakan, pihaknya menilai pembangunan Tol Mojokerto-Kertosono sangat mendesak untuk kepentingan umum.

Namun, sampai saat ini terjadi berbagai persoalan dalam proses pembebasan lahan terdampak yang membuat ruas tol sepanjang 40,5 Km ini tak kunjung selesai.

"Kerap kali terjadi persoalan. Ada cukong yang bermain, Pemilik lahan ditumpangi broker sehingga terjadi mark up harga. Selain itu juga adanya kebijakan Presiden Jokowi, pembebasan lahan harus selesai di 2016. Untuk itu lah kami membahasnya dalam bahsul masail," kata Arifin kepada detikcom, Selasa (10/5/2016).

Dalam forum sidang bahsul masail tersebut, kata Arifin, LBM PCNU Jombang membuat keputusan untuk pemecahan persoalan itu. Menurut dia, NU membolehkan pemerintah untuk memaksa menguasai lahan milik warga yang terdampak pembangunan Tol Mojokerto-Kertosono.

Keputusan bahsul masail ini, lanjut Arifin, bersifat mengikat bagi masyarakat maupun pemerintah. Pihaknya berharap, masyarakat yang lahannya terdampak proyek Tol Mojokerto-Kertosono agar mematuhi keputusan tersebut agar proyek pemerintah itu cepat rampung.

"Ketika masyarakat tidak mengindahkan, maka kami anggap tidak taat terhadap kebijakan yang sudah diputuskan bersama. Karena keputusan ini dibuat berdasarkan dasar-dasar yang ditetapkan para ulama di dalam kitab," sebutnya.

Selanjutnya, kata Arifin, keputusan bahsul masail ini akan disosialisasikan ke warga nahdliyin di Kabupaten Jombang. Selain itu, komisi rekomendasi Musker PCNU Jombang akan menyampaikan keputusan ke Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

"Keputusan ini akan disosialisasikan ke warga nahdliyin dalam forum Lailatul ijtima setelah Hari Raya, juga melalui online segera setelah selesai diterjemahkan. Karena masih dalam bentuk bahasa Arab," pungkasnya.
Loading...

Related Posts