Inilah Alasan Pemalsu Vaksin Yang Tak Masuk Akal, Netizen Minta Vonis Lebih Berat dari Hukuman Mati

shares |

Inilah Alasan Pemalsu Vaksin Yang Tak Masuk Akal, Netizen Minta Vonis Lebih Berat dari Hukuman Mati

AMIMAZDA.COM - Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustin mungkin menjadi pasangan suami istri yang paling banyak menerima caci maki di dunia maya, Selasa (28/6/2016).

Terlebih setelah netizen tahu alasan tak masuk akal pasutri ini hingga tega memalsukan vaksin. Taufiq dan Rita tinggal di perumahan mewah Perumahan Kemang Regency, RT 9/RW 5, Jalan Kumala 2, Nomor M29, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Mereka berdua diringkus polisi pada Rabu (22/6/2016) lalu. Kepada polisi keduanya mengaku alasan kenapa mereka berdua tega palsukan vaksin lantaran motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tentu saja alasan inilah yang tak bisa diterima netizen. Melihat fakta rumah dan mobil mewah serta berbagai fasilitas megah hasil kejahatan tersebut menurut netizen sungguh tak masuk akal.

Menurut netizen Itu tentu bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup namun untuk memenuhi gaya hidup hedonisme.

Kemewahan, kesenangan di atas penderitaan ribuan nyawa generasi. Beberapa netizen membandingkan kejahatannya dengan bandar narkoba.

Menurut netizen bandar narkoba merusak generasi namun kalau pemalsu vaksin adalah pemutus rantai generasi. Bandar narkoba dihukum mati berarti hukuman untuk pemalsu vaksin lebih berat dari hukuman mati.

Berikut komentar-komentar netizen yang masuk di kolom komentar berita terkait di Tribunnews.com.

Marlyn Rose:  ALASAN mu membawa mu ke jurang kesengsaraan''' karna dgn tujuan dan ego mu tidak kau sadari kau telah membunuh generasi bangsa ini''kau sayang sama anak anak mu!! Tapi kau adalah pembunuh sesama mu!! Munafik!!! Jgn kasih kesempatan bernafas MANUSIA MANUSIA macam ini'' mati in aja langsung!!

Roy SiGanteng: "memenuhi kebutuhan sehari hari?" punya mobil mewah, itu bukan untuk kebutuhan hidup sehari2, bray... HUKUM MATI SAJA SUDAH!!! bangsa ini yg dibuat rusak.

Erni Vava: Kebutuhan sehari2 kalau ngikutin gaya konglomerat gak akan cukup. Cukup adalah ada pd tindakan dan hati yg penuh syukur.

Andi Irwan: mending mati dua orang dibanding mati ratusan bayi tiap minggu bulan dan tahun.
Shifa Winata: Itu bkn kebutuhan tp keinginan yang rakus......

Soesi Poenya Benit Eirene: Hanya utk memenuhi kebutuhan sehari2 kalian mengorbankan banyak nyawa...

imana hati nurani kalian,kalian punya anak,saudara,klau vaksin yg kalian buat itu kena di saudara,sepupu kalian..lebih baik ndak punya apa2,hidup sederhana,hidup kekurangan tp punya hati nurani... #hukumseberatnya

Chandra Wisnu: Haduuuwh dunyo wes edan po ga mikir ya klo anaknya yg dpet vaksin palsu???tp ngmg2 brigjen agung setya brani ga coba memiskinkan para koruptor??

Nany Diah Rahmat: Org jahat..hny mementingkan hidup nya, apa dia tdk sadar klo seandainya anaknya yg d suntik vaksin palsu?

Org macam itu tdk seharusnya ada di negeri ini...mrk hrs dihukum yg setimpal dng perbuatannya..
Guntur Halilintar: Ini perilaku lebih kejam dari teroris karena akan memutus rantai generasi dgn cara membunuh calon generasi kita, jika Narkoba hukuman mati karena menghancurkan generasi apa hukuman bagi pembunuh generasi ?

Huti Vril Land: Hidup kalo bersyukurr itu tidak akan pernah kekurangan.. Krna tau rasanya bersyukur melebihi apapun..

Ya gitu itu kalo hidup hedonisme.. Tingkat gengsi yg tinggi jdi maunya hidup dlm kemewahan..sampe2 tidak pernah memikirkan dampak buruk bagi nyawa bayi.. Bodoh..

Manusia munafik g py hati tingkah laku ky iblis klo utk org dewasa msh mendng ne utk bayi d mn hatimu klo py hti g akan sjht itu ksian bayi yg g brdosa kau bunuh prlhn hy demi kmwhn hidup.

Hkum matilah yg pantas lbh buruk dr pngedr narkoba krn narkoba kbykn yg make org dwsa bs mikir brg itu baik ato g utk d konsumsi tp klo bayi tau apa merrka.

Bbygkn brp byk ibu yg g tega liat bayix nagis saat d suntik trnyata isix bkn obt asli utk imunisasi dsr bia***** smoga mdkm d ner*** jaha**** ibl** kauuu.
Loading...

Related Posts