KBRI Amman Pulangkan 2 WNI Diduga Korban TPPO ke Indonesia

shares |

KBRI Amman Pulangkan 2 WNI Diduga Korban TPPO ke Indonesia

AMIMAZDA.COM - Amman - KBRI Amman telah memulangkan 2 WNI yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang akan ke Suriah. Keduanya didampingi oleh staf dari KBRI. 

Dua WNI itu adalah Leni binti Budiman Selemah (25) dan Warti Bidawati (20) asal Lombok NTB. Setelah diadakan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, dan BNP2TKI, maka keduanya dipulangkan pada Senin (13/6). Demikian disampaikan KBRI Amman lewat keterangan tertulis, Selasa (14/6/2016). 

Leni dan Warti didampingi oleh staf Teknis Ketenagakerjaan KBRI Amman, M. Yusuf karena ini merupakan kasus TPPO. Keduanya terbang menggunakan Qatar Airways QR-958 dan saat tiba di Jakarta akan langsung dibawa ke Kemenaker untuk selanjutnya dibawa ke Bareskrim.

"Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar kasus seperti ini dapat tuntas dilakukan melalui koordinasi antar kementerian/lembaga terkait di tanah air," kata staf KBRI Amman, Nico Adam.

Kedua WNI tersebut sebelumnya diamankan oleh polisi Bandara Internasional Queen Allia Yordania. Mereka ditahan saat hendak melanjutkan perjalanan perjalanan ke Damaskus, Suriah untuk bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) pada hari Kamis (9/6/2016).

Sejak tahun 2015, Indonesia sudah melakukan moratorium atau penghentian pengiriman TKI ke Timur Tengah termasuk Yordania sehingga negara-negara Timur Tengah telah tertutup bagi TKI untuk jabatan PLRT. Apalagi negara Suriah adalah negara konflik yang sangat berbahaya bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di wilayah tersebut.

"Berdasarkan arahan Duta Besar Teguh Wardoyo, tindakan penyelamatan harus segera dilakukan sebagaimana salah satu tugas pokok Perwakilan RI di luar negeri adalah kepedulian, keberpihakan, dan melindungi seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi. Setelah dijemput dari bandara, kedua WNI tersebut dibawa ke Griya Singgah (shelter) KBRI Amman dan langsung dicari keterangan mengenai kronologis sampainya mereka ke Amman Yordania," paparnya. 

Saat di shelter, Leni dan Warti sempat diwawancara oleh staf ketenagakerjaan KBRI. Mereka mengaku tidak berpikir akan dikirim bekerja ke negara konflik. Apalagi mereka berhasil diyakinkan oleh kompoltan pengirim TKI tersebut bahwa negara yang sedang perang itu adalah negara Syria bukan Suriah. 

Saat ini, masih ada lebih dari 30 TKI di Griya Singgah. Kepada WNI tersebut, Dubes Teguh mengimbau agar mereka dapat menjadikan permasalahan mereka bekerja di Yordania, apalagi ke Suriah, sebagai pil pahit untuk berpikir dua kali untuk bekerja ke luar negeri di masa yang akan datang, tanpa adanya kesiapan fisik dan mental serta keterampilan yang memadai. Teguh berharap, agar pengalaman pahit ini juga dapat disampaikan kepada saudara dan kerabat di kampung, agar menjadi pelajaran. 
(imk/imk/detik/amimazda.com)
Loading...

Related Posts