Agar Elektabilitasnya Naik? Sandiaga Uno Naik Trans Jakarta dan Tidak Mau Duduk Meski Banyak Kursi Kosong!

shares |

Agar Elektabilitasnya Naik? Sandiaga Uno Naik Trans Jakarta dan Tidak Mau Duduk Meski Banyak Kursi Kosong!

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Agar Elektabilitasnya Naik, Sandiaga Uno Naik Trans Jakarta dan Tidak Mau Duduk Meski Banyak Kursi Kosong! Berbagai cara dilakukan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya di Pilkada DKI 2017. Salah satunya dengan menjadi penumpang TransJakarta Koridor I Blok M-Kota.

Sandi dan timnya berangkat dari halte Blok M pukul 15.59 WIB menuju Kota. Sandiaga yang saat itu mengenakan kaos berwarna biru masuk melalui pintu belakang bus dan tidak mau duduk kendati banyak kursi yang kosong.

“Ini baru ke dua kali (naik TransJakarta),” kata Sandi.

Sandi mengakui banyak perubahan pada TransJakarta. Pasalnya, pertama kali dia naik Trans Jakarta saat launching bersama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

“Dulu pertama kali saat launching dan HIPMI (Himpunan pengusaha Muda Indonesia) menyuplai bus warna oranye,” ujarnya.

Sandi mengatakan, saat itu ia menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI dan baru ada satu koridor. Namun saat ini jalur TransJakarta semakin terintegrasi. Sandi memuji pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Very recommended. Kasih jempol buat Pak Basuki dan staf-stafnya. Tingkatkan pelayanannya. Ubah kemacetan itu sama dengan ubah gaya hidup,” kata dia.

Selama dalam perjalanan Sandi tidak segan berbaur dengan warga yang ada. Bahkan di sela-sela itu, ada warga yang menghampiri Sandi untuk sekadar berfoto bersama.

“Ini pengalaman walaupun ada resiko di-bully,” ujar Sandi.

Sandi berharap pelayanan TransJakarta semakin meningkat, di antaranya kepastian waktu tempuh. Sandi yakin jika waktu tempuh terjamin, warga yang pindah ke angkutan umum akan semakin banyak.

“Misalnya bisa diprediksi 40 menit. Kalau ada janji meeting di kantor telat 1 jam enggak bisa ditolerir. Kalau 15-30 menit bisalah ditorlerir,” kata dia.

“Harus ada suatu trigger sehingga banyak yang naik angkutan umum,” ujar Sandi.
Loading...

Related Posts