Demokrat Minta Polisi Lebih Santun Usut Kasus Ramadhan Pohan

shares |

Demokrat Minta Polisi Lebih Santun Usut Kasus Ramadhan Pohan

AMIMAZDA.COM - Demokrat Minta Polisi Lebih Santun Usut Kasus Ramadhan Pohan, Jakarta: Politikus Partai Demokrat Benny K Harman tidak khawatir dengan kasus yang menjerat Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Benny hanya meminta kepolisian bekerja lebih elegan.

"Kasus hukum biasa. Bukan kasus korupsi. Polisi saja yang (berlebihan). Polisi yang lebih santunlah dalam penegakan hukum. Jadi, harus kita proses sesuai dengan (aturan yang ada). Jangan overdosis," kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (20/7/2016)

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro alias Ibas enggan mengomentari kasus yang menjerat kadernya itu. Ibas mengaku belum memahami perkara yang melibatkan Ramadhan Pohan.

"Kita pelajari dulu kebenarannya," kata Ibas.

Politikus senior Partai Demokrat Agus Hermanto menilai Ramadhan Pohan tak pernah berniat mangkir dari panggilan penyidik. Agus berkilah Ramadhan berhalangan.

"Pada saat dipanggil pada panggilan pertama, beliau sakit. Kedua, beliau sakit. Ketiga, memang dipanggil kemudian untuk diminta keterangan," kata Wakil Ketua DPR ini.

Agus menduga kasus yang melibatkan Ramadhan bersifat pribadi. Dia tidak yakin kasus itu melibatkan partai. "Rasanya ini tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat," ujar dia.

Polda Sumatera Utara menjemput paksa Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan, tadi malam. Ramadhan dianggap tidak kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

Polda Sumut menetapkan Ramadhan sebagai tersangka kasus penipuan saat maju sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2015. Ramadhan dijemput di Jakarta dan dibawa ke Medan. Saat ini Ramadhan tengah menjalani pemeriksaan.

Ramadhan membantah ia dijemput paksa. Melalui keterangan yang disebar melalui aplikasi perpesanan instan, Ramadhan membantah kabar tersebut.

"Enggak benar isu itu," kata Ramadhan kepada Metrotvnews.com, Rabu 20 Juli 2016.

Anak buah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu juga disebut telah jadi tersangka dugaan penipuan sebesar Rp24 miliar. Uang itu disebut dipinjam dari simpatisan saat maju di pilkada Kota Medan 2015.

Ramadhan pun menampik kabar tersebut. "Orang melapor ya haknya. Saya membantah dengan minta bukti. Saya tak ada berutang, tak ada perjanjian apapun," jelas dia.

Namun, dia belum mau bicara banyak soal perkara ini. "Saatnya, saya kasih keterangan lagi ke polisi," kata dia.

(MBM/METROTVNEWS/AMIMAZDA.COM)
Loading...

Related Posts