Desmond Junaidi: Apakah Penyelesaian Terorisme Harus dengan Matinya Seseorang?

shares |

Desmond Junaidi

AMIMAZDA.COM - Desmond: Apakah Penyelesaian Terorisme Harus dengan Matinya Seseorang? JAKARTA; Wakil Ketua Komisi III, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, persoalan terorisme di negeri ini belum tentu selesai dengan tewasnya teroris Santoso.

Pernyataan tersebut menyusul tertembaknya dua orang dari kelompok Santoso, yang salah satunya diduga merupakan Santoso.

"Saya berkeyakinan akan muncul Santoso-Santoso lain. Persoalannya, apakah penyelesaian persoalan terorisme harus dengan matinya seseorang?" ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Ia menambahkan, Komisi III ingin hukum tetap ditegakkan termasuk dalam penanganan terorisme.

Selama ini, kata dia, dalam penanganan terorisme selalu ada pihak yang dituduh, kemudian selesai begitu saja. Tidak diberitakan apakah pihak tersebut teroris atau bukan.

Sedangkan dalam sistem peradilan, dapat digali pula motif-motif di balik kemunculan teroris-teroris itu.

"Di lingkungan masyarakat ada teror. Apakah ketidakpuasan terhadap negara? Tidak ada pertanyaan itu. Apakah ini bagian dari jaringan internasional? Apa memang kelompok radikal atau ada yang biayai? Ini kan tidak terungkap secara baik," tutur Politisi Partai Gerindra itu.

Satgas Operasi Tinombala terlibat baku tembak dengan kelompok Santoso di hutan wilayah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, Senin sore. Dua orang kelompok itu tewas, sementara tiga lainnya melarikan diri.
Dua orang yang meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, salah satunya mirip Santoso. Sementara, tiga orang yang melarikan diri terdiri dari seorang laki-laki dan dua perempuan.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian belum dapat memastikan identitas dua terduga teroris yang tewas itu. Soal beredar informasi bahwa salah satu dari dua jenazah itu adalah Santoso, Tito meminta jangan berspekulasi. 

"Saya pikir jangan berspekulasi terlebih dahulu. Biarkan teman-teman Polri di sana mengevakuasi, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi dulu," ujar Tito di Kompleks Istana Presiden, Senin malam.
Loading...

Related Posts