Putu Sudiartana ditangkap, Demokrat Meradang!

shares |

Putu Sudiartana ditangkap, Demokrat Meradang

AMIMAZDA.COM - Partai Demokrat kembali dilanda kasus korupsi. Anggota Komisi III DPR Putu Sudiartana ditangkap karena diduga terbelit korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Barat.

Kasus ini mengagetkan para kader partai berlogo bintang Mercy itu. Sejak 2 tahun, pasca pimpinan partai diciduk KPK, Demokrat cenderung adem dari isu korupsi.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung mengumpulkan para elite Demokrat ke Cikeas, setelah kabar Putu ditangkap ramai diberitakan media massa. Hasilnya, Demokrat memutuskan untuk memecat Putu Sudiartana dari seluruh anggota partai. (baca: Kader Demokrat Ditangkap KPK, SBY Langsung Kumpulkan Petinggi Partai di Cikeas)

Tidak cuma itu, Demokrat kemudian melakukan perlawanan pada KPK. Sejumlah kecurigaan diendus Demokrat dalam kasus penangkapan Putu.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengendus ada kepentingan lain dari penangkapan Putu. Namun dia menolak menjelaskan apa yang dimaksud.

"Jangan nanti muncul persepsi ada kepentingan-kepentingan lain di luar hukum sendiri. Atau bahkan saya mendengar KPK lagi mendalami pihak yang lain. Kita dorong kalau memang KPK menemukan bukti-bukti petunjuk atau alat-alat bukti lain, harus dibongkar," kata Didik.

Tak cuma Didik, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyindir secara halus KPK. Agus meminta KPK transparan dan akuntabel dalam mengusut kasus yang melibatkan Putu.

"Berikan waktu KPK menangani, tuntas, transparan, dan akuntabel. KPK penanganan juga yang lain, persoalan-persoalan kita dukung betul-betul, diselesaikan seluruhnya tanpa tebang pilih," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/7). 

Wakil ketua DPR tersebut juga berharap, pengawasan di bidang hukum dan etika di DPR bisa tetap berjalan. Sejauh ini menurutnya, Badan Anggaran di DPR juga sudah bekerja transparan. 

"KPK akan memproses secara menyeluruh, mendukung proses ini semuanya. Kita tidak boleh intervensi oleh pihak manapun," tuturnya.

Demokrat juga melihat ada keanehan dalam penangkapan Putu. Bahkan kasus ini dinilai tak lazim jika disebut operasi tangkap tangan.

KPK hanya memiliki bukti transfer sebagai untuk menetapkan Putu sebagai tersangka kasus suap. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta KPK menjelaskan terkait penangkapan ini.

"Kami harap dalam 1-2 hari KPK bisa memberi penjelasan," katanya di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (29/6).

Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik. Dia mengungkapkan, keganjilan dari penjelasan KPK terkait OTT yang dilakukan. (baca: Takut Citra Partai Tercoreng, Demokrat: KPK Harus Ubah Keterangan soal OTT I Putu Sudiartana)

Karena, menurutnya, lazimnya dalam OTT yang menyerahkan uang dan menerima uang tertangkap secara langsung. "Kami tidak melihat kejadian yang dimaksud sebagai lazimnya OTT selama ini. Biasanya OTT itu clear," ujarnya.

Dia menyayangkan lemahnya pernyataan KPK yang bisa berimplikasi buruk terhadap KPK sendiri, karena publik akan mempertanyakan hal tersebut.

"Kami bahkan bisa menyebutkan, ini pernyataan yang paling lemah, mengenai OTT sepanjang KPK berdiri," tegasnya.

Begitu pula halnya Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin. Dia kecewa dengan penjelasan KPK soal penangkapan Putu.

"Penjelasan dari KPK yang kami dengarkan tadi, kemudian kami tidak melihat penjelasan yang mengindikasikan OTT. Sebab, yang sejauh ini, tapi kami bekerja sama. Itu sama sekali tidak ada keterangan yang menggambarkan terjadinya OTT," kata Amir.

Dia berharap, lembaga antirasuah tersebut mau memberikan penjelasan lebih rinci proses penangkapan kadernya. Sebab, OTT yang dilakukan tidak jelas.

"Dari penjelasan KPK sendiri, sampai detik ini, apa yang dimaksudkan OTT tersebut. Masih tetap pertanyaan, kami harapkan dapatkan jawaban dari KPK," tegasnya.

[ang/merdeka/amimazda.com]
Loading...

Related Posts