200 Bangunan Liar di Kampung Arab Puncak Dibongkar Paksa

shares |

200 Bangunan Liar di Kampung Arab Puncak Dibongkar Paksa

AMIMAZDA.COM - Bogor - Ratusan bangunan liar di kawasan Kampung Arab, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dibongkar petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, Senin (22/8/2016). Bangunan liar ini dibongkar karena jadi biang kemacetan.

Pembongkaran bangunan liar di kawasan Warung Kaleng atau biasa disebut Kampung Arab ini dilakukan petugas, Senin (22/8/2016) sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Bangunan liar ini dibongkar menggunakan alat berat. 

"Ada 200 bangunan yang dibongkar hari ini. Selain tidak memiliki izin, bangunan yang kita bongkar karena berdiri di bahu jalan, irigasi dan trotoar. Ini semua pelanggaran," kata Kepala Bidan Pembinaan dan Pemeriksaan (Bina Riksa) Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, saat ditemui di lokasi pembongkaran.

Bangunan yang dibongkar merupakan salon-salon tempat turis Timur Tengah bercukur saat berwisata atau menetap sementara di kawasan Puncak. Ada pula bangunan bengkel, kayu gaharu khas timur tengah, serta tempat penukaran mata uang. Semua diratakan menggunakan satu alat berat.

Sebanyak 300 personel gabungan dari Satpol PP Kabupaten Bogor, TNI dan Polri disiagakan di lokasi mengantisipasi terjadinya penolakan dari warga. Pembongkaran ini sempat menjadi perhatian para turis timur tengah yang tengah berada di lokasi. Beberapa di antaranya bahkan sengaja mendekat untuk mengabadikan proses pembongkaran. 

Agus Ridho menyebut, kawasan warung kaleng merupakan salah satu lokasi titik kemacetan di jalur Puncak, terutama saat akhir pekan dan musim kedatangan turis Timur Tengah. 

"Lokasi ini kan memang disebut jadi titik kemacetan, makanya pembongkaran ini dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan tadi," katanya. 

Dalam proses pembongkaran bangunan liar tersebut, sempat terjadi sedikit kericuhan. Ratusan warga yang menyaksikan proses pembongkaran sempat berteriak agar petugas Satpol PP Kabupaten Bogor tidak tebang pilih dalam melakukan pembongkaran. Pasalnya, ada beberapa bangunan yang dianggap sama-sama berdiri di bahu jalan tetapi tidak dibongkar. 

"Harus adil. Kalau mau dibongkar, semuanya harus dibongkar dong. Itu juga bongkar," teriak seorang warga meminta agar petugas membongkar bangunan yang berada di salah satu business center. Tak lama kemudian, pagar milik gedung pusat bisnis yang biasa dijadikan tempat "nongkrong" para turis Arab itu pun dibongkar petugas yang disambut dengan tepuk tangan ratusan warga.

"Ada beberapa bangunan yang belum dibongkar, karena mengaku berdiri di atas tanah milik mereka sendiri. Makanya akan kita kaji kembali, tidak kita bongkar hari ini, tapi tetap akan kita pantau," kata Ridho. "Untuk membongkar yang itu kan ada prosedur," sambungnya.

Hingga pukul 11:00 WIB, pembongkaran masih terus berlangsung. Selain disaksikan ratusan warga, proses pembongkaran juga sempat menjadi perhatian para turis Timur Tengah yang sedang berwisata di Puncak. Pembongkaran ini juga mengakibatkan arus di Jalan Raya Puncak baik dari arah Cianjur menuju Jakarta maupun sebaliknya macet parah. Petugas melakukan sistem buka tutup arus selama pembongkaran berlangsung. 
(hri/hri/detik/amimazda.com)
Loading...

Related Posts