Proyek Jembatan Era SBY di Seruway Terlantar

shares |

Proyek Jembatan Era SBY di Seruway Telantar

AMIMAZDA.COM - KUALASIMPANG - Pembangunan jembatan di Kampong Tangse Lama, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang yang pembangunan abutmen (kepala jembatan) dimulai tahun 2012 lalu, hingga kini belum dilanjutkan. Dari dua pondasi abutmen yang seharusnya dibangun dalam satu paket, kini baru berdiri satu abutmen. Sementara satu abutmen lagi tidak dibangun oleh rekanan.

Padahal, keberadaan jembatan ini sangat diharapkan cepat selesai oleh warga. Apalagi merupakan jalan antarkecamatan, yakni Kecamatan Seruway dengan Kecamatan Bendahara. Sedangkan posisi jembatan, satu sisi berada di Kampong Tangse lama (Kecamatan Seruway) dan satu sisi lagi di Kampong Suka Mulia (Kecamatan Bendahara).

“Pembangunan abutmen baru dilakukan di satu sisi. Sementara di satu sisi lagi yakni di Kampong Suka Mulia, hingga saat ini belum juga dikerjakan,” kata anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi, usai melakukan reses di Kecamatan Seruway, Minggu (28/8).

Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat kecamatan Seruway, Bendahara, dan Banda Mulia, terungkap bahwa pembangunan jembatan tersebut sudah telantar sejak empat tahun lalu, dan sampai saat ini tidak terlihat adanya upaya dari pemerintah untuk melanjutkan pembangunannya.

Akibat tidak adanya jembatan, selama ini warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sampan (warga lokal menyebutnya getek-red). “Padahal, penggunaan getek ini cukup rawan, dan beberapa warga dilaporkan telah menjadi korban tenggelam saat menyeberangi sungai tersebut,” kata Asrizal.
Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Aceh segera menyikapi persoalan ini dengan melanjutkan kembali pembangunan jembatan tersebut di tahun 2017. “Dengan dibangun jembatan tersebut, akan berdampak signifikan bagi peningkatan ekonomi warga di dua kecamatan ini, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara itu,” ujarnya.

Selain persoalan jembatan yang telantar, warga juga menyampaikan sejumlah persoalan yang butuh penanganan segera oleh pemerintah.

Antara lain, menyangkut abrasi sungai Kuruk di Kampong Muka, dan kebutuhan air bersih di sejumlah desa di kecamatan yang sama. Karena hingga saat ini warga masih mengonsumsi air sungai dengan kualitas buruk.

“Warga juga meminta pemerintah serius mengatasi permasalahan infrastruktur jalan desa yang belum tersentuh. Sehingga membuat pembangunan di desa sangat jauh tertinggal,” ujar Asrizal.(md/tribunnews/amimazda.com)
Loading...

Related Posts