Tanggul Retak, Warga Luar Batang Kirim Surat Permohonan Pembangunan Tanggul Ke Pemkot Jakut

shares |

Tanggul Retak, Warga Luar Batang Kirim Surat Permohonan Pembangunan Tanggul Ke Pemkot Jakut

AMIMAZDA.COM - Sekretaris Masjid Luar Batang, Mansur Amin, menjelaskan, alasan pihaknya mengirimkan surat permohonan pembangunan tanggul di kawasan Luar Batang kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara karena kondisi tanggul yang memprihatinkan.

Mansur menjelaskan, saat ini, kondisi tanggul banyak yang retak. Saat air laut naik, sejumlah permukiman warga Luar Batang banyak yang terendam air. Kawasan di Luar Batang yang berpotensi terendam saat banjir rob yaitu RW 01 dan RW 02.

Kedua daerah ini lebih rendah kontur tanahnya dibanding beberapa RW lainnya. Mansur menjelaskan, tanggul tersebut sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Perbaikannya pun hanya sebatas ditumpuk, bukan dibangun ulang.

Terakhir kali, kata Mansur perbaikan tanggul di Luar Batang yaitu 10 tahun lalu.
"Itu ditimpa aja dan karena itu air naik, terus tanggul ditimpa lagi. Ini kan secara otomatis konstruksi nggak bagus," ujar Mansur kepada Kompas.com di Masjid Luar Batang, Jumat (19/8/2016).

Juli lalu, kata Mansur, saat musim air rob, banyak permukiman warga terendam air. Ketinggian air variatif, bisa setinggi 5 sentimeter hingga 30 sentimeter. Mansur menceritakan sekitar dua tahun lalu, sempat terjadi banjir cukup besar karena tanggul yang berada di sekitar Apartemen Pluit Seaview, jebol.

Tanggul itu masih satu jalur dengan tanggul Luar Batang. Dampak banjir tersebut kata Mansur membuat sejumlah aktifitas warga terganggu. Belum lagi bau air yang tak sedap karena air yang terendam tercampur dengan air dari saluran got.

Dari keterangan Dinas Tata Air Provinsi DKI, Mansur menjelaskan kalau pengerjaannya akan dimulai dari sisi Museum bahari, lalu melingkar menuju Kampung Akuarium, Pasar Ikan hingga menuju ke Pintu Air Sunda Kelapa.

Setelah itu, dari RW 04 Kampung Luar, akan dibangun tanggul hingga hampir melingkari perkampungan tersebut. Mansur mengatakan, sesuai perjanjian, warga Luar Batang setuju untuk membongkar rumah-rumah yang berdiri di atas laut.

Seluruh pengerjaan itu akan diselesaikan Desember 2016.

"Kami bilang rumah yang di atas sepakat (dibongkar) tapi yang di darat kami enggak akan kasih. Katanya pembangunan selesai Desember, tapi saya kurang yakin seluruh tanggul selesai tepat waktu," ujar Mansur.

Dari pantauan di lokasi, di sisi Museum Bahari, sepanjang 200-300 meter telah ditanam sheet pile. Tampak sejumlah alat berat masih bersiaga di kawasan tersebut. Dari penuturan warga sekitar, pengerjaan hampir dilakukan setiap hari mulai pagi hingga sore hari.

Warga Luar Batang mengirimkan surat ke Pemkot Jakarta Utara tertanggal 22 Juli 2016. Surat itu ditandatangani sejumlah Ketua RW di Luar Batang yakni, Ketua RW 01 Jumakka, Ketua RW 02 Dimas Sriyono, dan Ketua RW 03 Sari Banong.

Selain itu, surat tersebut juga ditandatangani pengurus Masjid Luar Batang yaitu Faisal dan Mansur Amin. Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi membenarkan adanya surat permohonan warga Luar Batang kepada Pemkot Jakarta Utara.

Dalam surat tersebut warga meminta perbaikan dan pembangunan tanggul di kawasan Pasar Ikan dipercepat.
Loading...

Related Posts