Tanpa Figur Potensial, Koalisi Gemuk Mustahil Bisa Kalahkan Ahok

shares |

Tanpa Figur Potensial, Koalisi Gemuk Mustahil Bisa Kalahkan Ahok

AMIMAZDA.COM - Koalisi gemuk bukan jaminan bisa mengalahkan bakal calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tanpa figur yang kuat, koalisi gemuk yang dibidani enam partai politik diprediksi bakal terkapar di Pilkada DKI 2017.

"Kunci utama pada Pilkada di DKI Jakarta itu adalah faktor figur yang kuat. Jadi, pekerjaan terbesar bagi partai yang ingin menjalani koalisi adalah mencari figur potensial yang bisa diandalkan dan mampu menjadi penantang Ahok yang relatif imbang. Tanpa itu, sebesar apapun koalisinya dan sebanyak apapun partainya ya, sulit," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (7/8/2016).

Menurut Hanta, apabila koalisi gemuk serius melawan Ahok pada Pilgub DKI mendatang, sedini mungkin mereka harus menyiapkan figur terbaik yang akan diusung sebagai calon gubernur.

"Jadi, bekerjanya mesin partai itu adalah ketepatan untuk menyiapkan figur. Soal koalisi itu terbentuk karena ada figur yang potensial dan menjanjikan, baru dia koalisinya bisa jalan," kata Hanta.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto menilai Ahok masih menjadi calon terkuat untuk menjadi DKI 1. Karena tingkat kepuasan warga Jakarta yang masih tinggi kepada Ahok.

"Ketika incumbent tingkat kepuasannya di bawah 50 persen, maka ada kemungkinan calon alternatif menang. Tapi bila tingkat kepuasan incumbent di atas 60 persen maka agak sulit mengalahkan. Kecuali ada tindakan korupsi dan sejenisnya yang bisa merusak reputasinya," ujarnya.

Gun Gun melihat saat ini figur yang ada masih tidak ada yang kompetitif. Mereka juga tidak memiliki nilai tawar.
Enam partai politik bakal bertemu guna memantapkan koalisi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta siang ini. Enam partai politik tersebut yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, PKS, Demokrat, PKB dan PAN.

Pertemuan dilaksanakan di Restauran Bunga Rampai, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta pada, Senin 8 Agustus, pukul 12.00 WIB. Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Gerindra, Syarif, membenarkan rencana pertemuan tersebut.

Syarif memastikan pertemuan itu guna mematangkan koalisi untuk tidak mendukung bakal calon Gubernur petahana, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Pertemuan ini untuk mematangkan rencana yang sudah dilakukan sebelumnya. Format koalisi tentu tidak mendukung Ahok," ujar Syarif kepada Media Indonesia, Minggu 7 Agustus.


(YDH/METROTVNEWS/AMIMAZDA.COM)
Loading...

Related Posts