Usai Rumah Bung Tomo, Kini ‘Tetenger’ Balai Pemuda Dirobohkan Pemkot Surabaya

shares |

Usai Rumah Bung Tomo, Kini ‘Tetenger’ Balai Pemuda Dirobohkan Pemkot Surabaya

AMIMAZDA.COM - Surabaya – Setelah bangunan cagar budaya rumah radio Bung Tomo Jl Mawar Surabaya, rata dengan tanah, kini kasus serupa kembali terjadi. Kali ini yang dirobohkan tugu bercat putih di halaman Balai Pemuda Surabaya. Padahal, tugu itu menjadi ‘tetenger’ atau penanda sejarah keberadaan Balai Pemuda yang dibangun di masa penjajahan Belanda. Bedanya, jika rumah radio Bung Tomo dirobohkan pihak swasta, yakni PT Jayanata Kosmetika Prima. Maka, tugu di Balai Pemuda dirobohkan pihak Pemkot Surabaya. Ada kepentingan apa?

BACA: Pemkot Tutup Mata, Rumah Tempat Bung Tomo Siaran Radio Kemerdekaan Dirobohkan

Tugu itu kemarin (12/8) terlihat tergeletak di di tengah taman. Menurut informasi, tugu ini dirobohkan dengan Backhoe milik rekanan Dinas PU dan Cipta Karya (DCKTR) Surabaya. Informasinya, perobohan tugu itu dilakukan pada Kamis (11/8/) siang. Begitu tugu itu roboh, sejumlah pekerja langsung meninggalkan lokasi.

Berdasar buku sejarah, Balai Pemuda atau dalam bahasa Belanda dikenal sebagai De Simpangsche Societeit adalah sebuah komplek gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda di atas tanah pribumi (Surabaya). Tempat itu konon digunakan oleh para penjajah Belanda untuk tempat pesta dan dansa-dansa. Yang paling mengejutkan tertulis dalam sejarah bahwa tempat pesta itu punya aturan keras dan rasialis. 

Karena itulah, sejumlah seniman dan budayawan Surabaya yang kerap memanfaatkan Balai Pemuda, merasa kecewa dengan perobohan tetenger itu. Sesaat setelah menyaksikan sisa-sisa robohnya tugu itu, sejumlah seniman langsung menggelar happening art. Mereka menggelar kain putih, lalu menyalakan beberapa lilin, Ilham J. Baday, salah seorang seniman, bertelanjang dada tanpa pakaian, dan hanya mengenakan celana pendek. Ia membuat gerakan-gerakan merespon robohnya tugu tersebut.

Dikonfirmasi terkait perobohan tugu di Balai Pemuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayanti membenarkan. Menurutnya, Pemkot Surabaya sedang merestorasi lahan di depan Balai Pemuda. "Halaman Balai Pemuda dikembalikan ke bentuk awal. Kami ada foto-fotonya," ujar Wiwiek.

Dikatakan Wiwiek, sesuai bentuk asli Gedung Balai Pemuda yang merupakan bangunan cagar budaya, kolam dan taman serta tugu ‘tetenger’ itu hanya tambahan. Sedang restorasi yang dilakukan Pemkot, sebagai upaya pemanfaatan yang lebih optimal. Pemanfaatan yang dia maksud, adalah penggunaan lahan tersebut sebagai lahan parkir.

Pejabat berjilbab ini menambahkan, seiring fungsi Balai Pemuda sebagai pusat kegiatan masyarakat, baik di bidang seni dan lain sebagainya, maka kebutuhan ruang untuk parkir menjadi penting. "Sebagai publik space, kebutuhan parkir menjadi penting untuk mendukung kegiatan itu. Lahan itu akan dibangun basement untuk parkir," katanya.
Loading...

Related Posts