Anggota DPRD DKI Sebut Penertiban Pemukiman Liar Rawajati Ilegal

shares |

Anggota DPRD DKI Sebut Penertiban Warga Rawajati Ilegal

AMIMAZDA.COM - Jakarta: Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif menilai penggusuran permukiman RT 09/04 Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, merupakan tindakan ilegal. Pasalnya, penggusuran itu tanpa pimpinan sersi di lapangan.

"Tadi saya sempat minta surat izin penggusuran,  ternyata mereka tidak bawa. Saya tanya pimpinan mereka mana, mereka bilang di belakang, lurahnya kabur, camatnya kabur," kata Syarif di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2016).

Syarif sengaja sejak pagi turun mendampingi warga Rawajati. Penggusuran itu, kata dia, menyebabkan ratusan jiwa terbengkalai. Menurut dia, tindakan pemerintah atas penggusuran itu terkesan mendadak.

"Saya tadi sempat tanya kepada lurah Rawajati, dan Camat Pancoran. Tapi mereka tidak menjawab, malah lari. Lihat sekarang warga terbengkalai. Mau dikemanakan," ujar politikus Gerindra ini.

Tak hanya itu, penggusuran yang dilakukan juga minim persiapan. Apalagi, kata dia, saat terjadi bentrokan warga Rawajati tengah melakukan pembongkaran sendiri dan berkemas-kemas.

"Ada korban yang terjatuh kan akhirnya," katanya.

Pantauan Metrotvnews.com, bangunan yang berada dip pinggir rel kereta api sudah rata dengan tanah. Petugas hanya butuh waktu 30 menit untuk meratakan permukiman warga RT 09/04 Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, menolak direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Selain tinggal di bantaran kali, banyak juga warga yang menempati pinggir rel lahan PT KAI.

Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan peringatan sejak 2015 terkait rencana penggurusan permukiman warga Rawajati, Pancoran, Jaksel. Semula eksekusi penggusuran ini akan dilakukan pada awal Juni 2016. Berkat negosiasi penggusuran akhirnya ditunda.

Namun, kenyataannya warga keukeuh menolak direlokasi ke tempat yang sudah disedikan pemerintah. Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan heran kenapa warga sulit dipindahkan ke tempat lebih baik. Padahal Pemprov DKI Jakarta memberikan berbagai fasilitas gratis buat warga. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menyebut warga sudah terlalu manja.

"Saya katakan, kalian banyak yang tinggal di Jakarta, pagi-pagi juga sudah berangkat masuk kerja. Itu kita pindahin bukan ke Belitung loh, masih di Jakarta juga," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 31 Agustus.

(MBM/METROTVNEWS/AMIMAZDA.COM)
Loading...

Related Posts