Dukung Proyek 35.000 MW, Jokowi Bakal Latih Tenaga Kerja Lulusan SD dan SMP

shares |

Dukung Proyek 35.000 MW, Jokowi Bakal Latih Tenaga Kerja Lulusan SD dan SMP

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Pemerintah akan segera memulai program peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk tenaga kerja Indonesia. Fokusnya adalah terhadap lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada sektor industri kelistrikan.

Demikianlah hasil rapat kabinet terbatas yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/9/2016). 

Rapat dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri sederetan menteri.

Darmin menjelaskan, dipilihnya sektor listrik dikarenakan kebutuhan pembangunan pembangkit yang tinggi sejalan dengan proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 mw. Sementara tenaga kerja dengan keterampilan khusus di sektor itu belum banyak.

"Kita bisa mulai dari listrik karena kita sedang membangun pembangkit listrik banyak baik untuk tingkat pembangunan maupun operasionalnya. Dan itu perlunya pasti banyak," ungkap Darmin.

Pemerintah akan bekerjasama dengan kalangan dunia usaha untuk menyiapkan konsep. Baik berupa konsep pelatihan hingga insentif yang dibutuhkan oleh industri itu sendiri. Darmin menyebutkan insentif yang dimungkinkan adalah pajak.

"Di UU perpajakan itu sebenarnya ada bahwa setiap perusahaan yang membiayai pendidikan pelatihan dan sebagainya, mereka dibolehkan membiayakan pengeluaran itu di dalam pembiayaan perusahaan mereka," jelasnya.

Para tenaga kerja akan diberikan pelatihan dalam kurun waktu tertentu. Pelatihan berupa pengenalan teori dasar serta implementasi di lapangan. Durasinya mungkin hanya berkisar 6 bulan sampai dengan satu tahun. Setelah lulus, maka akan diberikan sertifikat.

Menurut Darmin, program tersebut akan lebih bermanfaat untuk mengasah kemampuan dari tenaga kerja. Apalagi diketahui 60 tenaga kerja di dalam negeri masih hanya lulusan SD dan SMP.

"60% yang umur kerja itu pendidikannya paling SD atau SMP. Itu kalau dia diberikan pelatihan vokasional tiga bulan dia bisa," tegas Darmin.

Program akan dikembangkan terhadap sektor-sektor lainnya. Selain dengan dunia usaha, beberapa kerjasama akan dijalin dengan pemerintah lain.

"Jerman juga sudah menyampaikan minatnya membantu kita mengembangkan. Terserah saja. Bersama Jepang mungkin di otomotifnya," tukasnya. (mkl/dna/detik/amimazda.com)

Loading...

Related Posts