Enggan Ditertibkan, Warga Luar Batang: Jangan Coba-Coba Injak Tanah Kelahiran Kami Ya

shares |

Enggan Ditertibkan, Warga Luar Batang: Jangan Coba-Coba Injak Tanah Kelahiran Kami Ya

AMIMAZDA.COM - PENJARINGAN - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mendapat tantangan baru dari warga Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menjadi korban program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni perevitalisasian Wisata Bahari Sunda Kelapa.

Berkaca dari tata cara petugas penertiban yang menertibkan kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, warga Kampung Luar Batang akan bersatu melakukan perlawanan program pemerintahan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Pantauan Warta Kota, Minggu (4/9/2016), nampak bangunan liar (bangli) kembali dibangunan warga dan memperkumuh lokasi eks Kampung Akuarium dan Pasar Ikan. Bangunan yang berdiri di gundukan reruntuhan bangunan milik warga yang sempat ditertibkan tiga bulan lalu, terlihat diisi oleh sejumlah keluarga.

Sejumlah warga tersebut merupakan warga yang rela bertahan pasca penertiban saat itu. Tak hanya itu saja, warga yang tinggal di lokasi juga terlihat melakukan aktivitas seperti biasa.

Menanggapi kinerja Ahok, banyak dari warga Kampung Luar Batang beserta warga yang sudah menjadi korban previtalisasian, menyatakan protes sekaligus bentuk kekecawaannya dengan melakukan perlawanan saat penertiban lanjutan di Kampung Luar Batang.

"Saya sebagai warga Pasar Ikan masih tidak terima rumah saya diratakan dengan tanah. Ahok menurut saya wajib diganti dan enggak perlu lagi sok-sok'an menata Jakarta kalau masih memilih kalangan orang berekonomi kelas menengah ke atas. Warga miskinnya saja disingkarkan. Pemimpin enggak punya hati nurani kok. Kita sudah sepakat, seluruh warga di Kampung Luar Batang dan eks Pasar Ikan dan Kampung Akuarium akan melakukan perlawanan jika kami ditertibkan," kata Nurmala (42) warga RT 12/04 Kampung Akuarium.

Berdirinya bangunan semi permanen yang dibangun secara bergotong - royong dengan warga lainnya, jelas Nurmala sebagai bentuk perlawanan program pemerintahan Ahok. Dikatakannya, seluruh warga masih ingin bertahan yang diklaimnya sebagai tanah kelahiran.

"Kami selaku warga Kampung Akuarium, Pasar Ikan, dan Kampung Luar Batang berjanji akan melakukan perlawanan ketat terhadap anak-anak buah Ahok. Lihat saja, jangan coba-coba tertibkan kami lagi. Kami mau bangun hunian baru kami dan hidup di tanah kelahiran kami ini. Kami tidak akan mau angkat kaki! Kami sudah tinggali lahan ini selama berpuluh-puluh tahu silam," jelasnya.

Sementara Amiluddin (40), warga eks Pasar Ikan juga menyatakan hal yang sama, yakni sepakat untuk bersama-sama melawan Ahok dan jajarannya jika Kampung Luar Batang akan ditertibkan. Amiluddin yang mengaku sudah lebih dari 30 tahun tinggal di Pasar Ikan juga mengaku masih kesal dan tak terima rumah berlantai II-nya diratakan dengan tanah.

"Ahok enggak tahu kan lebaran Idul Fitri kemarin warga di sini seperti apa sengsaranya. Kami bertukar makanan, kue toples seadanya dan itu pun pemberian relawan. Bisa ke Masjid bersama, namun sekarang semuanya lenyap. Betul-betul saya dan segenap warga Kampung Akuarium dan Pasar Ikan, hingga Kampung Luar Batang akan sama-sama melawan Ahok. Hati-hati kau Ahok. Jangan coba-coba injak tanah kelahiran kami ya," ungkapnya.
Loading...

Related Posts