Tak Jadi Ketua Timses Ahok, Nusron: Yang Penting Ahok Menang

shares |

AMIMAZDA.CO - Jakarta - Meski sempat didaulat jadi Ketua Timses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nusron Wahid tak akan didaftarkan ke KPU sebagai Tim Pemenangan Ahok-Djarot. Nusron pun memberikan penjelasan.

Tak Jadi Ketua Timses Ahok, Nusron: Yang Penting Ahok Menang


Nusron, yang juga Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia 1 Partai Golongan Karya, juga tak mempersoalkan siapa yang memimpin tim kampanye.

"Yang penting Ahok-Djarot menang dan menjadi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022," kata Nusron melalui percakapan di WhatsApp, Senin, 26 September 2016.

"Sejak awal yang namanya tim pemenangan itu dibahas bersama antara Ahok dengan gabungan partai-partai pengusung. Karena dulu PDIP belum bergabung dan belum ada Pak Djarot, tentunya belum melibatkan Djarot dan PDIP. Maka ditunjuklah saya untuk melakukan komunikasi. Waktu saya ditunjuk pun, saya mengatakan bersedia, dengan catatan mendapatkan izin dari Pak Jokowi untuk cuti atau mundur dari BNP2TKI, kalau nanti sudah resmi diumumkan oleh KPU," kata Nusron kepada detikcom, Selasa (27/9/2016).

"Ini sesuai dengan UU dalam konteks kapasitas saya sebagai pejabat negara. Tugas tim sebelum penetapan adalah menyiapkan administrasi dan komunikasi politik serta kelompok masyarakat antara tiga partai dan Teman Ahok," imbuh Nusron.

Karena sekarang sudah resmi Ahok-Djarot, dan pengusung bertambah menjadi 4 partai, maka tentunya Ahok-Djarot harus membahas lagi dengan partai-partai untuk menentukan siapa timnya, serta komposisinya, disusun secara bersama. Nusron tak mempersoalkan dirinya tak lagi jadi Ketua Timses Ahok.

"Secara pribadi kami tidak mempersoalkan siapa yang menjadi ketua tim. Yang penting Ahok-Djarot menang dan menjadi Gubernur DKI 2017-2022. Tapi sebagai ketua koordinator bidang pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa Sumatera, saya tetap akan terlibat mengendalikan proses pemenangan Pilgub di DKI, sebab ini bagian dari tanggung jawab tugas kepartaian. Disamping juga wajib mengendalikan pemenangan di 52 daerah-daerah lainnya di Jawa dan Sumatra," katanya.

Bagi Nusron, hal ini merupakan hal yang biasa dan tidak istimewa dalam sebuah bangunan teamwork dan menejemen koalisi secara bersama dalam sebuah momentum Pemilu

"Saya kan Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Jawa-Sumatera. Tugas saya memang mengendalikan proses pemenangan Pemilu di seluruh Jawa dan Sumatera. Yang jelas yang didaftarkan di KPU tidak ada nama saya. Tapi tetap turun tangan, sebab ini tugas dan kewajiban partai," pungkasnya. 
(van/erd)
Loading...

Related Posts