Ahok Akan Bongkar 500 Bangunan Kemang di Oktober

shares |

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Ibu Kota kembali riuh. Untuk kesekian kalinya penggusuran akan dilakukan Pemerintah Jakarta. Kali ini menimpa warga Kemang.

Ahok Akan Bongkar 500 Bangunan Kemang di Oktober

Tercatat 500 bangunan bakal dibongkar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sepertinya tak peduli soal citra meski mendekati momen pemilihan kepala daerah.

Ahok menyatakan akan melakukan eksekusi Oktober nanti. "Kita segera bongkar," katanya ketika ditemui media di kawasan proyek Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).

Tampaknya dia geram dengan banyaknya bangunan di sana yang menyalahi aturan. Hal itu jadi salah satu penyebab banjir beberapa waktu lalu.

Senada Ahok, pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna juga gerah terhadap situasi Kemang terkini. Ia menyatakan Kemang adalah contoh wilayah yang salah peruntukan. Yang dahulunya kawasan pemukiman, telah berubah jadi kawasan bisnis.

Akibat perubahan tata ruang itu, Kemang tak lagi bisa menghadapi intensitas air yang tinggi pascahujan. Pasalnya sumber resapan di sana telah hilang. "Itu buah hasil dari pelanggaran tata ruang," katanya ke Sindonews.

Lima ratus bangunan yang tercatat itu memang kebanyakan di bantaran Kali Krukut. Yang jadi persoalan, tak semua bangunan akan kena sikat--karena sebagian punya sertifikat hak milik.

"Kalau ada (sertifikat) hak milik, kami akan bongkar (berapa meter dari bangunan itu)," kata Ahok. Strategi itu menurutnya bisa mendukung pelebaran Kali Krukut, yakni sekitar 10 meter. "Beberapa bagian sudah kita petakan," ujarnya.

Kali Krukut merupakan sungai sepanjang 40 kilometer yang mengalir dari Situ Citayam, kemudian melewati selatan Jakarta, salah satunya Kemang--hingga berakhir di Kali Ciliwung.

Dulunya Krukut memiliki lebar 20-25 meter. Namun kini tersisa 5 meter saja, selebihnya dijadikan bangunan. "Sekarang Kemang sudah minta ampun. Hotel enggak boleh (di situ), baca saja kajian tahun 1960-an," kata Ahok.

Kompas.com melansir bahwa kawasan Kemang berupa dataran berbentuk mangkuk. Ketika air masuk, maka air terjebak dan sulit surut.

Kontur fisik yang rendah dan datarannya yang dialiri Kali Krukut membuat Kemang rawan bencana. Kenyataan ini sebenarnya sudah disadari Pemerintah melalui aturan yang mereka keluarkan.

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ) pasal 371 mengatur kawasan ini sebagai kawasan yang harus dikendalikan pertumbuhannya.

Artinya, Kemang dapat dibangun asal perencanaannya memperhatikan kesediaan ruang terbuka hijau.

Tapi, kenyataan di lapangan menunjukkan sepanjang Jalan Kemang Raya merupakan tempat usaha. 

Salah satu pembangunan yang menjadi sorotan dalam peristiwa banjir kemarin adalah Kemang Village. Ahok sempat menuding Kemang Village tak membangun tandon air. Ia kemudian membenarkan bahwa tandon itu ada namun tidak bisa jadi solusi banjir.

Sebab, menurutnya, tandon Kemang Village memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan waduk. Ahok lantas mengatakan bahwa bangunan yang kini milik superblok Kemang Village seharusnya tidak ada dan bisa menjadi tanah serapan.

Izin pembangunan Kemang Village keluar pertama kali 2007. Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Kemang Village diproses oleh Dinas Tata Ruang melalui mekanisme Rapat Pimpinan (Rapim) yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 2007.

Lebih jauh, mantan Bupati Belitung Timur itu tidak akan gelap mata dalam melakukan penertiban. Bangunan yang berada di badan sungai dan memiliki sertifikat akan dilakukan pembelian. Walaupun dia sedikit pesimis cara ini dapat terealisasi.

Beberapa bangunan diklaim Ahok sudah menyatakan siap dibebaskan. Seperti Tendean Square yang menyatakan siap dengan ganti rugi Rp25 juta per meter persegi. "Pokoknya kita mau bayar semua. Tahun ini, akan kita bereskan karena dikejar La Nina," katanya.

Ahok menyatakan penggusuran pemukiman di kawasan Kemang tersebut tidak perlu disosialisasikan lagi. Pasalnya, penghuni bantaran kali Krukut sudah tahu dan sering terkena banjir belakangan ini. Mereka, kata Ahok, telah menduduki kawasan yang dilarang dan berharap segera dibongkar agar mendapatkan ganti rugi.

Penggusuran pemukiman dikatakan Ahok tidak akan berhenti meski 2017 adalah tahun politik. Targetnya penggusuran pemukiman di bantaran kali akan terus dilakukan sebelum Asian Games 2018. "Supaya pas menyongsong Asian Games itu orang sudah lihat Jakarta lebih manusiawi."
Loading...

Related Posts