Proyek LRT Jokowi Gairahkan Investasi Properti

shares |

AMIMAZDA.COM - JAKARTA; Proyek-proyek infrastruktur transportasi yang dibangun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai memberikan angin segar bagi investasi di sektor properti. Hal itu termasuk proyek yang dikembangkan di lintasan kereta api ringan (light rail transit) Jakarta. 

Proyek LRT Jokowi Gairahkan Investasi Properti


“Kehadiran light rail transit membantu pengembangaan proyek properti. Infrastruktur transportasi menolong pertumbuhan pengembangan maupun investasi properti,” tutur Anton Sitorus, Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Jumat (30/9). 

Anton memastikan proyek properti yang berada di sekitar lintasan awal hingga akhir LRT akan menarik minat masyarakat untuk memilikinya. Hal inilah yang kemudian mengerek harga lahan dan properti disekitar proyek tersebut sekitar 15-20 persen per tahun.

Direktur PT Adhi Karya Tbk Pundjung Setya Brata mengatakan proyek pembangunan LRT Jakarta hingga kini masih sesuai dengan jadwal. Dalam melakukan percepatan pembangunan proyek angkutan umum massal itu Adhi Karya terus berkoordinasi dengan PT Jasa Marga Tbk. Tujuannya agar para pengguna jalan tol tidak terganggu mengingat proyek LRT berada di sisi jalan tol. 

“Perkembangan pembangunan tiga lintasan LRT kini sudah mencapai 10 persen. Kami optimistis dapat mencapai target,” urai Pundjung. 

Pada tahap pertama, Adhi Karya membangun tiga lintasan (trase). Trase pertama, Koridor Cawang – Cibubur sepanjang 14,3 kilometer (km). Trase kedua, koridor Cawang - Bekasi Timur sepanjang 18,3 km dimana penumpang dapat berangkat dari stasiun Cawang, Halim, Jatibening, Cikunir, Bekasi Barat, Bekasi Timur. Lalu trase ketiga menghubungkan Cawang - Dukuh Atas sepanjang 10,5 km.

Pada tahap dua Adhi Karya membangun tiga koridor sepanjang 41,5 km, yaitu lintasan layanan Bogor – Cibubur dan Dukuh Atas – Senayan, dan Palmerah – Grogol. 

“Khusus untuk lintasan Cawang-Cibubur perkembangannya hingga pertengahan September 2016 sudah lebih dari 10 persen. Ketiga lintasan itu ditargetkan beroperasi penuh pada 2019,” urai Pundjung. 

Cawang Menggeliat 

Stasiun LRT Cawang yang berada di jalan MT Haryono Jakarta Timur menjadi titik awal ketiga trase LRT yang berangkat dari Jakarta menuju Dukuh Atas, Bekasi maupun Cibubur. 

Potensi properti di sekitar area awal hingga akhir perjalanan LRT kian menjanjikan. Keberadaaan Stasiun LRT Cawang yang berdekatan dengan stasiun Cawang, nantinya melengkapi infrastruktur transportasi yang sudah ada seperti busway koridor 9 dan Tol Dalam Kota MT Haryono - Gatot Subroto yang melintang tepat di stasiun ini.

Aksesibilitas yang mengarah dari Cikampek dan Bekasi masih berkumpul di daerah Cawang dengan bukaan tol di sana. Terlebih, saat ini juga dibangun tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. 

Banyak aktivitas permukiman dan bisnis akan tumbuh di sekitar kawasan awal, stasiun pemberhentian hingga di akhir angkutan massal itu. Selain itu banyak aktivitas komersial dan sosial yang didorong untuk berkonsolidasi dalam bangunan vertikal di sekitar stasiun. 

Nio Yantony, Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk mengatakan, dengan adanya pengembangan LRT di stasiun Cawang, transportasi sekitar Jakarta dipastikan lebih nyaman.

Sebagai titik awal perjalanan ketiga trase LRT di Jakarta, aktivitas ekonomi di sekitar Cawang dipastikan meningkat sekaligus jadi sentimen positif bagi industri dan pertumbuhan investasi properti. Dia menambahkan sebelum proyek LRT Cawang mulai dioperasikan pada akhir 2017, para pemilik unit apartemen di menara The Green Signature telah dapat menempatinya mulai Juni 2017. 

Sedangkan unit menara The Light mulai diserahkan pada Desember 2016. Konsep one stop living yang diusung Signature Park Grande yang mendapat akses LRT, kian representatif sebagai hunian masyarakat perkotaan karena lokasinya strategis dan dekat kemana-mana (mobilitas) seperti pusat perkantoran, pendidikan, kesehatan dan hiburan. 

“Hunian Signature Park Grande yang berada di daerah sekitar titik awal perjalanan LRT Cawang merupakan peluang yang menjanjikan bagi investor properti,” kata Nio. 

Apartemen Signature Park Grande merupakan kawasan pengembangan terintegrasi yang terdiri dengan dua menara yaitu The Light dan Green Signature dengan total 2.500 unit bersertifikat strata title. 

Setiap menara memiliki tiga tipe unit kamar (1 BR, 2 BR dan 3 BR) dan dipasarkan dengan harga mulai Rp700 jutaan hingga Rp1,6 miliaran sesuai dengan komposisi kamar per unitnya. 

Di lahan seluas 4,4 hektare ini, PT KSO Fortuna Indonesia, konsorsium anak usaha PT Pikko Land Development Tbk dengan PJM Group, juga mengembangkan Pusat bisnis dan komersial tiga lantai seperti restoran Alfresco serta lifestyle center yang dilengkapi berbagai fasilitas berkelas dan lansekap hijau. Dipasarkan pada kisaran harga Rp3,3 miliar hingga Rp6,7 milliar untuk luas 44 sampai 90 meter persegi. 

Anton menambahkan pembangunan infrastruktur akan mengerek harga lahan dan properti. Keberadaan infrastruktur seperti LRT akan mendorong terbukanya aksesibilitas dan mendorong kenaikan harga tanah dan properti, rata-rata bisa 15-20 persen per tahun untuk jangka panjang. (gen)
Loading...

Related Posts