Diduga Menghasut, Solidaritas Merah Putih Laporkan Fahri Hamzah ke Polda Metro Jaya

shares |

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Solidaritas Merah Puti, melaporkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terkait dugaan penghasutan ketika berorasi dalam aksi unjuk rasa bertajuk "Aksi Bela Islam Jilid II" 4 November lalu ke Mapolda Metro Jaya.

Diduga Menghasut, Solidaritas Merah Putih Laporkan Fahri Hamzah ke Polda Metro Jaya

Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Sylver Matutina mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Fahri terkait dugaan tindakan penghasutan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP/ 5541/XI/2016/Ditreskrimum.

"Penyidik sudah menerima laporan ini dan akan diproses. Nanti akan dilakukan penyelidikan, gelar perkara," ujar Sylver, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/11).

Dikatakannya, Solidaritas Merah Putih sebenarnya sudah berencana melaporkan Fahri, Rabu (9/11) kemarin. Namun karena bukti-bukti kurang, pihak SPKT Polda Metro Jaya meminta untuk dilengkapi terlebih dulu.

"Hari ini kami melapor kembali, karena kemarin berkasnya kurang, hari ini kami lengkapi. Tuntutannya adalah dugaan masalah provokasi saudara Fahri Hamzah dalam hal ini memfitnah, menghasut masyarakat yang akhirnya terjadi anarkis. Menghasut dan merendahkan Presiden Jokowi, yang mana dia katakan Presiden Jokowi berkali-kali menipu rakyat dan menipu umat muslim," ungkapnya.

Ia menyampaikan, diharapkan penyidik akan memanggil Fahri dan saksi-saksi pelapor yang melihat langsung orasi Fahri pada saat unjuk rasa, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

"Yang kami serahkan bukti fanpage aslinya Fahri Hamzah yang dia upload sendiri. Ya, fanpage Facebook. Kemudian, ada bukti rekaman dan hari ini kami juga bawa saksi yang datang melihat langsung di lokasi. Ada dua orang saksi," katanya.

Ia menjelaskan, dalam orasinya Fahri Hamzah juga mengatakan bahwa untuk menumbangkan presiden itu ada dua cara. Hal itu dinilai Solidaritas Merah Putih dapat menimbulkan kekacauan terhadap pemerintah yang sah, stabilitas negara terganggu dan timbul keresahan di masyarakat.

"Saudara Fahri juga mengatakan, Presiden Jokowi telah melanggar berkali-kali, tidak memberikan rasa aman dan nyaman kepada hati umat islam, menghina ulama, mencaci maki simbol-simbol islam, membiarkan orang yang non muslim menghina simbol agama. Saya pikir belum pernah ada Presiden Jokowi bilang seperti itu," jelasnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi sangat baik kepada umat muslim, dan seorang muslim yang taat. "Jadi kami sebagai pendukung dan sebagai rakyat Indonesia sangat tersinggung dengan ucapan Fahri Hamzah. Ucapan itu akan sangat berbahaya bagi negara kita. Itu lah makanya kami melaporkan saudara Fahri Hamzah dengan Pasal 160 KUHP mengenai penghasutan," tandasnya.
Loading...

Related Posts