Panglima TNI: Tak Ada Toleransi bagi Gerakan yang Memecah Belah Bangsa

shares |

AMIMAZDA.COM - Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan TNI akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan menjaga Bhinneka Tunggal Ika. TNI siap menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Panglima TNI: Tak Ada Toleransi bagi Gerakan yang Memecah Belah Bangsa

“TNI tidak tersekat-sekat dalam kotak suku, agama, golongan dan tidak menoleransi gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi SARA,” kata Gatot di Jakarta, Selasa (8/11).

Ia menjelaskan TNI telah meneguhkan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan profesional. TNI akan selalu menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia.

“TNI adalah tentara nasional yang berdiri tegak di atas semua golongan, mempersatukan suku, agama dan ras dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” tuturnya.

Gatot menegaskan TNI akan selalu membela negara dan rakyat. Setiap pihak yang ingin membecah-belah bangsa, baik dari luar maupun dari dalam negeri, TNI akan menjadi garda terdepan untuk melawannya.

"Kami berpihak kepada negara dan selalu melindungi rakyat," tegasnya.

Gatot juga mengungkapkan kebhinekaan atau keanekaragaman bangsa ini sedang digoyang. Salah satu penyebabnya karena ada pihak luar yang iri dengan kondisi bangsa yang majemuk tetapi aman. Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional yang positif di tengah perlambatan perekonomian global dan melimpahnya kekayaan sumberdaya alam, membuat Indonesia mulai diperebutkan oleh berbagai kepentingan.

"Yang didorong adalah kondisi dalam negerinya. Kebinekatunggalikaan kita digoyang-goyang. Ini yang bikin bangsa asing masuk," ujarnya.

Ia menjelaskan upaya menggoyang kebhinekaan Indonesia sama seperti yang terjadi di beberapa negara timur tengah seperti Libya, Irak, dan Suriah. Indonesia dibuat pecah sehingga mudah masuk.

"Presiden Jokowi pada saat disumpah di Senayan (DPR/MPR) mengatakan kaya akan sumber daya alam (bisa) menjadi petaka. Sekarang Indonesia diperebutkan dari berbagai lini," tuturnya
Loading...

Related Posts